suplemenGKI.com

Mengapa murid-murid dilarang memberitakan tentang Mesias?

Markus 8:27-30

Pengantar

Percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya ini terjadi dalam perjalanan ke kampung-kampung di sekitar KaisareaFilipi, yang jaman itu adalah kota besar di Utara danau Galilea. Wilayah antar kampung yang mereka lalui lebih berupa padang belantara, jarang ada tumbuh-tumbuhan meskipun juga ada kebun-kebun penduduk, dan sangat jarang orang lalu lalang. Dengan begitu Guru dan murid-murid-Nya ini dapat bercakap-cakap dengan leluasa. Namun di bagian penutupnya nampak percakapan itu akhirnya bersifat rahasia.

Pemahaman

Ay. 27-28    : Bagaimanakah suasana percakapan ini?

Ay. 29-30    : Apakah artinya “Mesias”? Mengapa Tuhan Yesus melarang para murid-Nya agar jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia?

Percakapan ini berupa tanya jawab singkat. Mula-mula sang Guru bertanya, “Kata orang siapakah Aku ini?” (sederhananya “Orang bilang Aku ini siapa sih?”). Para murid menjawab santai, “Yohanes Pembaptis. Ada juga yang mengatakan ‘Elia’. Tapi yang lain mengatakan ‘seorang nabi” (terjemahan sederhana pen.). Ini pandangan orang banyak waktu itu tentang Yesus.

Sang Guru bertanya lagi, “Tetapi kalau kata kalian, siapa Aku ini?” Pertanyaan ini juga untuk semua murid itu. Namun tercatat Petrus yang menjawab, “Engkaulah sang Kristus (TB=Mesias).”Mesias adalah istilah Ibrani yang dalam bahasa Yunani disebut sang Kristus. Dalam Alkitab, ini bukan nama, namun gelar atau sebutan khusus untuk raja atau pemimpin besar, Penyelamat bangsa Israel. Jaman itu, keturunan Israel, yaitu bangsa Yahudi, hidup tidak sejahtera, karena di bawah tekanan kekuasaan bangsa yang merendahkan mereka. Mereka lama merindukan datangnya Mesias untuk menyelamatkan mereka dari kekuasaan yang jahat itu, dan untuk memimpin mereka hidup tentram sejahtera. Impian akan raja hebat dan baik itu ada di benak (hampir) setiap orang Yahudi. Tuhan Yesus tahu itu. Dia pun tahu, penguasa waktu itu kejam terhadap siapa pun yang dianggap mau melawan pemerintah. Dia mengerti pula bahwa kalau makin banyak orang mengakui Dia adalah sang Kristus, Raja Penyelamat bangsanya, maka itu akan dianggap bentuk gerakan pemberontakan. Sang Guru tidak memimpin pemberontakan fisik. Maka setelah Petrus berkata begitu, semua murid itu pun dilarang memberitakan tentang Mesias itu.

Refleksi

Dari bagian lain di Alkitab, kita mengerti bahwa Dia melarang mereka memberitakannya, karena saatnya belum tiba. Misi-Nya belum genap. Mereka belum cukup memahami tujuan dan maksud-Nya. Mereka belum cukup siap menghadapi akibat-akibat yang mungkin terjadi kalau menyebarkan pernyataan itu. Jadi, Tuhan menyuruh mereka menahan diri dulu.

Tekad

Belajar dari proses belajar murid-murid itu, aku perlu mengenali benar kapan dan bagaimana memberitakan tentang Kristus kepada orang lain.

Tindakan

Akan setia hidup mengikuti Kristus dan mengatakan tentang Dia kepada orang lain pada saatnya yang tepat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*