suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Timotius 2:8-15

 

TETAP MEMBERITAKAN INJIL MESKIPUN TERBELENGGU

 

PENGANTAR
Meskipun Paulus berada di penjara dengan tuduhan yang berat dan tidak mungkin dibebaskan, namun ia tidak cemas dan putus asa, sebab ia yakin bahwa apapun yang dialami tidak pernah lepas dari kehendak Allah. Oleh sebab itu ia harus tetap kuat dan tegar menghadapinya. 

PEMAHAMAN

  1. Apa yang menjadi inti dari pemberitaan Paulus? (ayat 8)
  2. Dalam menghadapi penderitaan, apa yang menguatkan hati Paulus? (ayat 9-10)
  3. Apakah yang menjadi kekuatan jika orang Kristen menderita? (ayat 11-15)

Meskipun Paulus berada dalam penjara Romawi, terbelenggu rantai, namun ia tetap mengobarkan semangat Timotius dengan berseru kepadanya supaya mengingat Yesus Kristus, mengingat kehadiran Tuhan Yesus yang telah bangkit, mengingat kemanusiaan dan kemuliaan Yesus Kristus. Itulah inti pemberitaan Paulus yang juga harus diberitakan oleh Timotius.

Bagi Paulus dalam kondisi apapun, ia harus tetap memberitakan Injil keselamatan, meskipun ia dibelenggu namun tak ada suatupun yang dapat membelenggu Firman Allah. Pemberitaan senantiasa lebih penting daripada orangnya, kebenaran senantiasa lebih besar daripada saksinya. Disini Paulus sangat yakin bahwa pemerintah Romawi tidak pernah menemukan penjara yang dapat menahan Firman Allah. Inilah salah satu kenyataan bahwa usaha manusia tidak dapat melenyapkan kekristenan.

Selanjutnya, Paulus yakin bahwa apa yang sedang dialaminya pada akhirnya akan menjadi berkat/kekuatan bagi orang lain. Penderitaannya bukanlah tanpa arti. Darah para martir selalu menjadi benih gereja. Apabila seorang harus menderita karena kekristenan, hendaklah ia ingat bahwa penderitaannya akan bermakna bagi orang lain. Didalam penderitaan, kita sedang menanggung sebagian kecil beban salib Kristus yang menjadi bagian kita dan mengerjakan sebagian kecil tugas kita dalam memberitakan Injil Keselamatan kepada orang-orang yang belum percaya.

Seorang Bapak Gereja bernama Tertulianus pernah berkata, “Orang yang takut menderita tidak dapat menjadi milik Dia yang telah menderita.” Yesus menderita bahkan sampai mati, untuk menunjukkan kesetiaanNya kepada kehendak Allah dan orang Kristen haruslah mengikutiNya, artinya tidak takut menderita bagi Injil. Bagaimana dengan saudara?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkannya, apakah saya rela menderita untuk Injil/pekerjaan Tuhan? Seberapa berat/besar penderitaan yang saya alami? Bandingkanlah dengan penderitaan Kristus dan Paulus!

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya dan sanggupkanlah saya menjalani penderitaan karena Injil Kristus

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus siap, seandainya saya harus mengalami penderitaan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*