suplemenGKI.com
Saksi Injil

Saksi Injil

I Tesalonika 2:1-12

Kamu adalah Saksi Injil

                Pada bagian ini Paulus menceritakan perjuangannya dalam memberitakan Injil Yesus Kristus di beberapa tempat termasuk di Tesalonika. Demikian juga Paulus berharap bahwa jemaat di Tesalonika juga dapat menjadi Saksi Injil yang hidup.

  1. Apa yang menjadi prinsip Paulus dalam memberitakan Injil Yesus Kristus?
  2. Apa yang harus diperhatikan selaku pemberita Injil Yesus Kristus?
  3. Apa harapan Paulus terhadap jemaat Tesalonika?
  4. Apa yang dapat kita pelajari dari bagian ini?

 Renungan:
                Paulus sebagai pemberita Injil yang handal, ingin berbagi dengan jemaat di Tesalonika tentang menjadi saksi Injil yang benar. Pertama, (ay 2) Keberanian untuk dapat memberitakan Injil adalah pertolongan dari Tuhan. Paulus menyadari bahwa keberanian memberitakan Injil bukan dari dirinya sendiri, namun Tuhan memampukan dia untuk berani menceritakan Injil Yesus Kristus kepada orang yang belum mengenalNya. Oleh karena itu Paulus sadar bahwa memberitakan Injil bukan sekedar menceritakan pengetahuan manusia saja namun menyadari bahwa Allah turut bekerja di dalam pemberitaan Injil tersebut.
                Kedua (ay 3-4), Hikmat untuk berbicara Injil datangnya dari Tuhan. Paulus menyadari bahwa memberitakan Injil bukan sekedar menggunakan kata-kata yang manis saja, namun memerlukan hikmat yang datang dari Tuhan. Orang yang menyadari bahwa ia dapat memberitakan Injil karena anugerah Tuhan, maka ia tidak akan tinggi hati ketika melihat hasil pelayanannya.
                Ketiga (ay5-9) Berani mempertanggung jawabkan apa yang dikerjakannya baik dihadapan manusia maupun Tuhan. Dalam pemberitaan Injil sering kali godaan juga muncul, antara lain: ingin mendapat pujian dari orang lain, motifasi tidak murni lagi (bukan untuk Tuhan tapi untuk dirinya sendiri). Oleh karenanya, Paulus berani mempertanggung jawabkan semua apa yang dilakukannya baik ditempat yang terbuka atau ditempat yang tersembunyi. Paulus bukan hanya  berani bertanggung- jawab kepada manusia namun juga kepada Tuhan
                Keempat, (ay 10-11) Kesadaran bahwa Tuhan mau memakai hidupnya sebagai saksi Tuhan. Paulus sangat menyadari bahwa yang memberikan kehidupan ini adalah Tuhan, maka kehidupan manusia bergantung dengan Tuhannya. Kesadaran bahwa hidup manusia dapat dipakai oleh Tuhan, membuat manusia dapat memiliki hubungan yang baik denganNya. Dari hubungan yang baik inilah manusia ingin menjadi saksi Tuhan yang dapat membawa orang lain untuk percaya kepada Yesus Kristus.
                Kelima,(ay 12) Hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Bagi Paulus tujuan akhir hidupnya bukan hanya menjadi pemberita Injil saja namun juga ingin selalu berjalan dalam rencana Tuhan. Sering kali manusia tergoda untuk mementingkan kehendaknya sendiri, dan menjalankan kehendaknya sendiri. Paulus ingin mengajak jemaat di Tesalonika untuk mau mencari kehendak Tuhan bahkan menjalani hidup ini di dalam rencana Tuhan.
                Bagaimana dengan kita, apakah kita telah siap untuk menjadi saksi Injil yang hidup? Relakah kita berbagi dengan sesama yang belum mendapatkan Injil? Ingatlah Tuhan mau kita menjadi saksi InjilNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*