suplemenGKI.com

Sabtu, 12 Maret 2016

11/03/2016

Filipi 3:12-14

Identitas diri dan Tujuan Hidup Umat Allah

 

PENGANTAR
Raja Louis XVI telah digulingkan dari tahtanya dan dipenjarakan. Puteranya yang masih muda dibawa oleh para pemberontak yang telah menggulingkannya. Para pemberontak itu mengira bahwa bila mereka dapat menghancurkan moralitas sang pangeran yang juga adalah putera mahkota kerajaan Perancis, tentu ia tak akan pernah menduduki tahta agung yang sebenarnya telah dianugerahkan kepadanya. Karena itu, mereka membawa sang pangeran ke suatu komunitas yang jauh. Di sana mereka memperlihatkan segala hal yang kotor dan memalukan kepadanya. Mereka menghadapkan segala jenis makanan yang dapat membuatnya diperbudak oleh selera makan. Mereka selalu menggunakan kata-kata memalukan setiap kali berada di dekatnya. Mereka menghadapkannya pada hawa nafsu dan wanita-wanita tuna susila. Mereka menghadapkannya pada sikap tidak hormat dan tidak percaya. Dua puluh empat jam setiap harinya ia dikelilingi oleh segala hal yang dapat menyeret jiwa seorang pria serendah-rendahnya. Selama lebih dari enam bulan pangeran itu diperlakukan demikian, tetapi tidak sekalipun ia takluk kepada tekanan. Akhirnya, setelah pencobaan yang intensif, para pemberontak itu menanyainya: “Mengapa engkau tidak takluk pada semuanya itu? Mengapa engkau tidak ikut berbuat demikian? Bukankah semuanya itu dapat memberimu kesenangan dan memuaskan hawa nafsumu?” Jawab sang pangeran: “Saya tidak dapat melakukan apa yang kamu minta, karena saya dilahirkan untuk menjadi seorang raja.”

Cerita tadi menggambarkan sosok putra pewaris tahta yang menyadari sepenuhnya identitas dan tujuan hidupnya. Sehingga apapun yang dilakukan oleh lawan-lawannya tidak mampu menggoyahkan dan mengubah dirinya. Kesadaran akan identitas diri dan tujuan hidup seharusnya juga dimiliki oleh umat Allah.

PEMAHAMAN

Filipi 3:12-14   Apakah Paulus menyadari sepenuhnya siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya?

Jika kita memperhatikan teks dalam bacaan akan jelas terlihat bahwa Paulus adalah juga orang yang menyadari sepenuhnya identitas dirinya dan mengetahui dengan pasti tujuan hidupnya. Paulus sepenuhnya menyadari bahwa Allah di dalam Kristus Yesus telah ‘menangkap’ dirinya, sehingga ia menerima anugerah keselamatan dan menjadi pengikut Kristus (ayat 12-13). Oleh karena ia telah menjadi seorang pengikut Kristus maka Paulus menyatakan tujuan hidup yang hendak dicapainya, yakni kehidupan sorgawi (ayat 14).

Disaat Paulus menegaskan identitas dirinya dan tujuan hidupnya, banyak umat Allah saat ini justru mengalami krisis identitas sehingga kehilangan tujuan hidupnya. Kesadaran diri sebagai pengikut Kristus tampaknya semakin hari semakin luntur sehingga tujuan hidup umat bukan lagi meraih hal-hal sorgawi tetapi duniawi. Hal ini tentu harus menjadi bahan perenungan bagi umat Allah di masa sekarang. Menyelaraskan identitas diri dengan tujuan hidup merupakan panggilan iman bagi umat Allah yang telah menerima anugerah keselamatan.

REFLEKSI
Siapakah aku dan apakah tujuan hidupku? Sudahkah aku menyadari sepenuhnya bahwa aku adalah pengikut Kristus dan dan orientasi hidupku adalah Kristus? Sudahkah tujuan hidupku berpadanan dengan identitas diriku sebagai pengikut Kristus?

TEKAD
Memperbaharui diri untuk menyelaraskan identitas diriku sebagai pengikut Kristus dengan tujuan hidupku

TINDAKAN
Hidup berorientasi kepada Kristus dan mengendalikan diri dari hal-hal negatif dan duniawi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«