suplemenGKI.com

Sabtu, 12 Juli 2014.

11/07/2014

Matius 13:1-9.

 

Hati Yang Siap Menerima Benih Firman

Pengantar:
Dalam dunia pertanian, langkah awal untuk menanam suatu benih adalah mempersiapkan lahan. Mempersiapkan lahan merupakan proses yang sama pentingnya dengan proses menabur, memelihara dan menuai. Keempat proses itu saling terkait dan saling mendukung. Jika lahan tidak dipersiapkan dengan baik maka percuma benihnya baik, pupuknya baik. Sebaliknya jika lahannya baik tetapi benih tidak baik dan pupuknya kurang juga tidak ada artinya. Jadi untuk menghasilkan panenan yang berlimpah perlu dipersiapkan lahan, benih dan pemeliharaan dengan baik. Hari ini kita belajar dari perumpamaan tentang seorang penabur. Pelajaran apa yang penting dalam perumpamaaan itu!

Pemahaman:

  1. Apakah sebenarnya yang menjadi penekanan dalam perumpamaan Tuhan Yesus itu?
  2. Apa makna dari setiap lahan yang menerima benih yang sama dalam konteks itu?

Perumpamaan Tuhan Yesus ini bersifat kiasan yang tentu tidak asing lagi bagi kita. Sebenarnya Yesus hendak menekankan lahan yang adalah wadah untuk menabur benih itu. Benih dalam hal ini berbicara tentang firman Tuhan yang hidup. Sedangkan lahan adalah   para penerima benih yang ditaburkan yang digambarkan dengan empat keadaan lahan: Lahan di pinggir jalan, lahan di tanah yang berbatu-batu yang tidak banyak tanahnya, lahan di tengah semak duri dan di tanah yang baik. Masing-masing lahan telah menerima taburan firman Tuhan yang sama, tetapi karena kondisinya yang berbeda maka menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Benih yang jatuh di tanah yang tidak baik, benih akan tumbuh dengan tidak baik, benih yang jatuh ke tanah yang dipersiapkan dengan baik akan bertumbuh dan menghasilkan buah yang banyak dan baik. Lahan adalah hati kita masing-masing, apakah hati kita telah dipersiapkan dengan baik ketika menerima firman Tuhan yang adalah sumber damai-sejahtera dan kuasa itu? Tuhan Yesus mau mengajarkan bahwa pada prinsipnya yang ditaburkan sama dan satu, yaitu injil damai sejahtera dari Tuhan. Nmaun ada beragam respons dalam yang menerima firman Tuhan. Ketika hati kita dipersiapkan dengan baik, maka firman itu akan mengubah, membaharui dan memberkati kita dengan limpah.

Refleksi:
Bertanyalah dalam hati, bagaimanakah suasana hati saudara ketika menerima firman Tuhan? Jika sedang marah, benci, dendam dan tidak fokus, berarti hati tidak dipersiapkan dengan baik untuk menerima firman Tuhan, dan firman itu tidak akan mengubah, mendamaikan kita.

Tekad:
Tuhan, seringkali hati saya jengkel, benci, menyimpan dendam dan tidak fokus saat mendengar firman-Mu. Hal itu akhirnya membuat saya tidak dapat menikmati firman-Mu dalam hidup saya, ampuni saya Tuhan, tolonglah saya agar saya belajar mempersiapkan hati dengan baik ketika akan mendengarkan firman-Mu.

Tindakan:
Saya akan mempersiapkan hati dengan benar dan baik terlebih dahulu sebelum saya menerima firman Tuhan, agar saya menikmati hadirat-Nya melalui firman yang diberitakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«