suplemenGKI.com

Lukas 3:15-17

 

Kemuliaan Tuhan Nyata dalam Pertobatan

 

Pengantar
Betapa menyenangkan apabila kita mendapatkan keuntungan, termasuk kalau ada orang yang memuji-muji kita. Tanpa kita sadari, ada keuntungan dan kemuliaan tertentu yang membuat kita harus bertobat, meski keuntungan tersebut halal. Saat teduh kita hari ini akan memperkaya wawasan pertobatan agar kemuliaan Tuhan makin nyata dalam hidup kita.

 

Pemahaman
Apakah unsur alam yang digunakan Yohanes dalam menjelaskan tentang baptisan? Apakah arti unsur tersebut?

Sejak awal kehadirannya, Yohanes menyerukan pertobatan. Bila ada orang yang merespon positif seruannya itu, maka ia mengundang orang tersebut untuk memberikan diri mereka dibaptis. Dari sini kita dapat memahami bahwa baptisan pada dasarnya merupakan tanda pertobatan. Terkait dengan baptisan itu Yohanes menyebutkan dua unsur alam, yaitu: air dan api. Air di sini dipakai sebagai lambang pembersihan dari dosa. Sama seperti orang yang mandi menggunakan air untuk “menghanyutkan” segala kotoran yang menempel di tubuhnya, demikian pula kotoran dosa yang melekat pada jiwa disimbolkan “terhanyutkan” oleh air baptisan. Sedangkan api dipakai untuk menggambarkan pemurnian. Sama seperti emas yang dimurnikan dengan api sehingga kotoran-kotoran yang ada terbakar, demikian pula yang dimaksud dengan “… dibaptis dengan api”. Jadi melalui pernyataannya tentang baptisan tersebut sebenarnya Yohanes ingin mengajak bangsa Israel untuk membersihkan diri agar benar-benar siap untuk menyambut kehadiran Kristus.

Ajakan untuk membersihkan diri itu bukan hanya melalui ritual, tetapi juga secara verbal. Yohanes menyerukan “Bertobatlah”. Selain itu ia juga mengajarkan tentang apa yang harus dilakukan oleh mereka yang mau bertobat. “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” (ay. 11). Bertobat merupakan tindakan berpaling kepada Allah. Maka orang yang bertobat adalah orang yang mencari kemuliaan Allah, mencari keuntungan Allah, bukannya mencari kemuliaan pun keuntungan diri sendiri.

Semua tutur kata dan perbuatannya ini membuat orang Israel yang menantikan pembaharuan jadi bertanya-tanya, apakah Yohanes adalah Mesias yang dijanjikan itu, yang akan membawa pembaharuan? Yohanes dengan tegas menyatakan bahwa dia bukanlah Mesias itu. Ia yang mengajarkan agar tidak korupsi, ia juga meneladankan tidak mau mengkorupsi kemuliaan Allah, kemuliaan yang bukan menjadi bagiannya. Bahkan ia menegaskan bahwa dirinya tidak layak untuk membuka tali kasut – suatu pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang budak – Sang Mesias. Dia adalah suara yang berseru-seru untuk mempersiapkan umat Allah menyambut Sang Mesias.

 

Refleksi
Kadang kita berseru memohon kehadiran Allah dalam hidup kita, namun kita tidak mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya itu. Akibatnya, kita tidak menyadari kehadiran-Nya serta kehilangan momentum dalam merasakan karya-Nya.

 

Tekad
Marilah kita terus belajar hidup dalam pertobatan, mencari kemuliaan dan keuntungan Tuhan semata.

 

Tindakan
Membuat daftar tindakan-tindakan hari ini yang tidak memuliakan atau menguntungkan Allah, serta memohon ampun atasnya.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«