suplemenGKI.com

Lukas 3:1-20

KUALITAS PELAYAN

 

PENGANTAR
Yohanes Pembaptis, anak imam Zakaria dan istrinya Elisabet, pasangan yang sangat menantikan hadirnya keturunan.Yohanes lahir di tengah-tengah keadaan umat Israel yang juga sangat menantikan Sang Mesias.Bagaimana Yohanes hadir?  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

Ayat 2-9          : Bagaimana peran Yohanes dalam menyerukan pertobatan?
Ayat 15-17      : Bagaimana sikap hidupnya sebagai pelayan?
Ayat 19-20      : Bagaimana Yohanes melayani walaupun menghadapi resiko?

Meneladani Yohanes Pembaptis, bagaimana hidup dan pelayanan kita?

Sebelum Yohanes Pembaptis hadir, Israel berada pada suatu masa tanpa kehadiran nabi dan seruan firman (silent years).  Masa itu berlangsung kurang lebih 400 tahun.  Pada masa itu gairah keagamaan Israel berada pada titik kritis, sebab berbagai ritual yang dijalankan tidak lagi bisa menjawab kebutuhan batin.  Bahkan tidak lagi memiliki daya ubah atas kehidupan dan perilaku masyarakat.  Di sisi lain, umat Tuhan sangat menantikan Sang Mesias, sebagai pembebas dari tekanan politis bangsa Romawi.  Dalam konteks seperti itu Yohanes hadir dengan seruan ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu’.  Kehadiran dan seruannya mendobrak dan menyedot perhatian dari pelbagai penjuru negeri.  Kehadirannya membuka sebuah lembar baru yang memberi pengaruh di tengah bekunya kehidupan beriman umat Allah.  Sehingga banyak orang datang dan menjadi pengikut Yohanes Pembaptis sebagai pelayan yang terbukti berkualitas di jamannya.

Tiga bukti kualitas pelayanan Yohanes Pembaptisditengah kesuraman iman: Pertama: Berani dan Tegas dalam menyerukan pertobatan (ay.2-9).Bukan hanya ajakan bertobat yang diserukan tetapi dengan tegas menyatakan ‘Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api’.  Ada akibat bagi yang mengeraskan hati dan tidak mau bertobat.   Kedua: Rendah hati sehingga hanya menunjuk kepada Mesias yang harus dimuliakan (ay.15-17).  Kehadirannya menarik hati banyak orang sehingga terbesit dalam pikiran mereka kalau-kalau Yohanes adalah Mesias.  Tapi dia berkata ‘… Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak…’ menegaskan bahwa Yesus yang akan datang itulah yang layak disambut dan dirayakan.  Ketaatan Yohanes disertai dengan kerendahan hati yang mengakui keutamaan Yesus.  Ketiga: Menegur kesalahan (ay.19-20), tanpa memandang jabatan dan status.Ajakan pertobatan dan tegurannya bagi semua lapisan masyarakat termasuk raja.  Ketaatan Yohanes Pembaptis tidak dikalahkan oleh status raja Herodes, dia berani menegor sang raja walaupun berakibat pemenjaraan dirinya.

REFLEKSI   
Mari merenungkan: Suara kenabian dan kualitas sebagai pelayan, seperti yang Yohanes lakukan, sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat jaman ini.  Meski barangkali ada resikonya.  Bagaimana suara kebenaran dan kualitas diri kita sebagai anak-anakNya?

TEKADKU
Tuhan tolong aku agar memiliki keberanian dan kualitas diri menyuarakan kebenaran-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini dengan kerendahan hati aku mau berkata ‘tidak’ untuk segala sesuatu yang tidak sesuai dengan perintah-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«