suplemenGKI.com

Sabtu, 12 April 2014

11/04/2014

HANYA ANUGERAH

 

Efesus 2:1-10

 

Pengantar
Mengenang masa lalu biasanya disenangi oleh orang yang sudah tua, mereka akan bangga dengan apa yang telah diperolehnya atau apa yang telah dilakukannya. Mereka akan bersemangat menceritakan masa lalunya kepada generasi yang lebih muda. Apakah benar masa lalu hanya milik orang tua? Tentu saja tidak. Masa lalu tentu tidak hanya berkaitan dengan pengalaman masa muda saja namun juga bisa berkaitan dengan masa sebelum kita terima Kristus. Apa yang dikatakan Paulus kepada jemaat Efesus mengenai masa lalunya?

Pemahaman
Ay 1-3,                  Apa yang dikatakan Paulus tentang masa lalu kita sebagai
                                orang-orang yang belum mengenal Kristus?

Ay 4-7,                  Apa yang dilakukan Allah di dalam Kristus terhadap orang
                                 yang berdosa?

Ay 8- 10,               Apa yang dimaksud hanya Anugerah?

Paulus mengingatkan jemaat Efesus, bahwa mereka itu dulunya telah mati karena pelanggaran dan dosa-dosanya, karena hidup mereka yang dulu mengikuti jalan dunia dan mentaati pengusa kerajaan angkasa atau roh-roh penyesatan. Sehingga mereka hidup dalam kedagingan mereka dan pikiran-pikiran yang jahat. Mereka adalah orang-orang yang seharusnya menerima murka Allah. Paulus bahkan mengidentifikasikan dirinya dengan mereka semua, orang-orang yang selayaknya kena murka Allah.

Itulah masa lalu kita menurut Paulus, namun kita bersyukur kalau Allah di dalam Kristus telah membangkitkan kita bersama-sama Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan dan dosa-dosa kita. Kristus yang membangkitkan kita juga telah menyediakan tempat bagi kita di sorga.

Paulus mengingatkan bahwa keselamatan itu oleh karena iman, itu bukan usaha manusia, bukan pula hasil pekerjaan manusia, namun semata-mata karena pemberian Tuhan. Inilah yang disebut dengan hanya anugerah,hanya karena anugerah Tuhan kita diselamatkan, maka sebagai orang yang telah diselamatakan oleh Tuhan, harus hidup di dalam Tuhan bukan hidup sebagai manusia lama.

Paulus berharap jemaat Efesus, semakin menyadari bahwa mereka diciptakan dalam Kristus untuk melakukan hal-hal yang baik, dimana kita menghidupinya di dalam Tuhan. Sebagai manusia baru di dalam Kristus, maka kehidupan kita senantiasa memikirkan dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, yang memuliakan Tuhan. Hal ini kita lakukan untuk mensyukuri anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita, bukan untuk menyia-nyiakannya.

Refleksi
Renungkan 5 menit, tentang kehidupan yang telah kita jalani. Apakah kita menjalani sebagai manusia baru atau manusia lama? Bersyukurlah kalau kita kedapatan hidup sebagi manusia baru. Namun bertobatlah kalau kita menjadi manusia lama.

Tekad
Ya Tuhan, ampunilah kami kalau manusia lama sering muncul dalam kehidupan ini. Berikan keberanian kepada kami untuk hidup sebagai manusia baru di dalam Kristus, agar pekerjaan-pekerjaan baik muncul dalam hidup ini. Amin

Tindakanku
Hari ini saya akan memperhatikan hal-hal yang saya sering lakukan namun tidak membangun iman saya. Saya akan menguranginya dan akan meninggalkannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«