suplemenGKI.com

Matius 22:1-7

 

Penuhi Undangan-Nya, Beribadahlah Kepada-Nya

 

Pengantar
Perikop kita hari ini dimulai dengan kalimat “Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka”. Kalimat pembuka ini menjelaskan bahwa apa yang dibicarakan Kristus dalam perikop ini pada dasarnya masih memiliki hubungan tematis dengan apa yang telah dibicarakan Kristus sebelumnya. Meski demikian, tentu perumpamaan ini bukan sekadar pengulangan dari perumpamaan sebelumnya. Ada pesan khusus yang perlu kita renungkan bersama.

Pemahaman

- ay. 1-2           : Pernahkah Saudara menghadiri suatu perjamuan kawin? Persamaan
dan perbedaan apa saja yang Saudara temukan bila membandingkan
dengan perumpamaan kita hari ini?

- ay. 3-7           : Dalam hal apakah perumpamaan ini menggambarkan Kerajaan
Sorga?

Pengulangan tema perumpamaan sebelumnya, meski dengan perumpamaan yang berbeda, menyatakan bahwa Kristus ingin menegaskan sesuatu. Dalam perumpamaan ini ada raja yang mengadakan pesta pernikahan. Layaknya pesta pernikahan pada umumnya, sang rajapun mengundang orang-orang untuk hadir dalam pesta tersebut. Sudah barang tentu ada persiapan-persiapan yang dilakukan. Namun dengan tegas sang raja menyatakan bahwa semuanya sudah tersedia. “Lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih” (ay. 4).Demikian pula halnya dengan Kerajaan Sorga. Sejak awal pelayanan-Nya, Kristus telah mewartakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat. Kini, di akhir masa pelayanan-Nya, Kristus kembali menegaskan kalau mereka diundang untuk menikmati Kerajaan Sorga itu.

Alih-alih memprioritaskan undangan istimewa ini, ternyata mereka yang diundang malah tidak mengindahkannya dengan alasan yang remeh-temeh. Pergi ke ladang dan mengurus usaha adalah hal-hal yang jauh lebih dapat diatur waktunya dibandingkan menghadiri undangan raja. Bukan hanya itu, sebagian dari mereka yang mendapat undangan itu malah membunuh para utusan. Tindakan ini merupakan wujud nyata dari pemberontakan mereka kepada sang raja. Menolak untuk memenuhi undangan raja saja sudah merupakan penghinaan dan dapat dianggap sebagai pemberontakan terselubung, apalagi membunuh utusan raja. Karena itu tidaklah heran kalau kemudian digambarkan bahwa sang raja menjadi murka.

Melalui para nabi-Nya, bahkan yang terakhir sang Raja mengutus Putra-Nya sendiri untuk mengundang orang berdosa menikmati Kerajaan Sorga. Namun terjadi penolakan dan pemberontakan sampai pembunuhan Sang Putra. Sungguh merupakan hal yang sangat menyakitkan.

Refleksi
Sudahkah kita menghargai undangan Sang Raja dengan mengindahkan para utusan-Nya? Atau kita malah memprioritaskan hal yang tidak penting?

Tekad
Doa: Ya Allah, saya mau merespon undangan-Mu. Tolonglah saya. Amin.

Tindakan
Malam ini saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar besok dapat beribadah dengan baik.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«