suplemenGKI.com

DUA KELOMPOK SAHABAT

Matius 25:1-13

 

PENGANTAR
Dalam sebuah pernikahan, pasangan mempelai pasti secara khusus akan mengundang para sahabatnya.  Bahkan pasangan mempelai barangkali akan meminta para sahabatnya untuk mengiringinya.  Tugas mengiring mempelai tentu merupakan sebuah kepercayaan besar serta kehormatan.  Perumpamaan itulah yang terjadi dalam perikop yang kita baca.  Mari kita pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 1             : Perumpamaan dalam perikop ini memberi gambaran tentang apa?
  • Ayat 3-8          : Bagaimana perbedaan para sahabat dalam menyambut mempelai?
  • Dari kedua sahabat itu, sahabat manakah yang menjadi cerminan diri kita?

Perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh ini disampaikan Tuhan Yesus setelah Dia menyampaikan nasihat supaya berjaga-jaga (Mat.24:37-44).  Khusus perumpamaan dalam bagian ini berbicara tentang Kerajaan Surga (ay.1) yang dikaitkan dengan kedatangan Anak Manusia kelak (ay.13).  Keadaan manusia dalam evaluasi Tuhan kelak terbagi ke dalam dua kelompok sahabat.  Kelompok yang seperti gadis yang cerdas (ay.4,7) dan kelompok yang mirip gadis yang bodoh (ay.3,8).  Sahabat yang cerdas diijinkan ambil bagian dalam pesta sang pengantin sebab meski ada penundaan mereka telah menyiapkan agar pelita mereka tetap menyala.  Karena mereka tanggap terhadap Yesus dan berjaga-jaga merindukan kedatangan-Nya.  Mereka akan disambut oleh Yesus ketika Dia datang kembali untuk menggenapkan Kerajaan Surga.  Sebaliknya, para sahabat yang tidak tanggap dan tidak siaga akan ditolak (ay.11,12).  Para sahabat yang tidak sungguh-sungguh mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyambut sang mempelai adalah para sahabat yang sangat tidak bertanggungjawab dan tidak menghargai kepercayaan dari sang mempelai.

Perumpamaan ini menegaskan bahwa Kerajaan Surga datang di dalam dan melalui hidup, ajaran, dan perbuatan Yesus (Mat.4:17).  Kelak pada kedatangan-Nya kedua kali Yesus akan menggenapi perwujudan Kerajaan Surga dan menentukan siapa yang layak mendapat bagian di dalamnya.  Orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya pasti akan berjumpa dengan-Nya menikmati Kerajaan Surga bersamanya.  Pengharapan tersebut seharusnya mewujud dalam sikap hidup sehari-hari.  Maka, sikap siaga menantikan kedatangan Tuhan yang digambarkan dengan membawa ‘minyak’ cukup, diinginkan Tuhan dari orang percaya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Sikap siaga menantikan kedatangan Tuhan digambarkan dengan dua kelompok sahabat.  Sahabat perempuan yang bodoh dan sahabat perempuan yang bijaksana.  Sahabat perempuan yang bijaksana membawa minyak cukup, sikap seperti itu diinginkan Tuhan dalam hidup setiap orang percaya.  Anda termasuk kelompok yang mana?

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku menjadi sahabat yang bijaksana, bertanggungjawab menghargai kepercayaan untuk menyambut-Mu dengan terus mengusahakan hidup yang mau berubah.

TINDAKANKU
Aku mau menyambut-Mu dengan bersikap seperti gadis-gadis yang bijaksana, yaitu menggunakan kesempatan dengan baik untuk berbenah diri.  Sebagai wujudnya nyata maka aku mau meninggalkan perbuatan buruk ………….. (berkaitan dengan hubungan dalam keluarga).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*