suplemenGKI.com

Sabtu, 11 Mei 2019

10/05/2019

YESUS GEMBALA YANG BAIK

Yohanes 10:1-18

 

Pengantar
Kisah orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus pada pasal 9 memperlihatkan sikap orang Farisi yang hanya peduli pada peraturan hari Sabat yang dilanggar. Mereka sama sekali tidak memiliki belas kasihan atas penderitaan orang buta itu dan tidak bersukacita atas kesembuhannya. Sungguh memprihatinkan melihat sikap pemimpin agama yang seperti ini. Mereka tidak melihat umat yang mereka layani sebagai domba-domba yang harus dijaga dan dipelihara, melainkan sebagai orang-orang yang terkutuk (bdk. Yoh. 7:49). Bagaimanakah sikap pemimpin yang diajarkan oleh Yesus? Bagaimanakah cara Yesus mengajarkannya kepada mereka?

Pemahaman

  • Ayat 1-5 : Perumpamaan apakah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada orang-orang Farisi? Apakah arti dari perumpamaan itu?
  • Ayat 7-18: Siapakah Gembala yang baik itu? Apa sajakah yang dilakukan oleh Gembala yang baik kepada domba-domba-Nya?

Tuhan Yesus ingin menegur sikap orang-orang Farisi yang tidak memperhatikan orang lain dengan baik melalui sebuah perumpamaan. Perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah tentang Gembala yang baik dan gembala yang palsu. Gembala-gembala yang palsu tidak memenuhi tugas mereka sebagaimana seharusnya, melainkan memanfaatkan domba-domba untuk kepentingan mereka sendiri. Yesus bahkan menyebutkan mereka pencuri dan perampok (Ay. 1, 8, 10). Gembala seperti ini, tidak akan mau dan mampu untuk mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan domba-dombanya (Ay. 12-13).

Berbeda dengan Yesus. Yesus adalah Sang Gembala yang baik, yang membawa si buta masuk menjadi kawanan domba-Nya. Gembala yang baik mengenal domba-domba-Nya, begitu juga sebaliknya, domba-domba-Nya pun juga mengenal Dia (Ay. 14-15). Bahkan Ia bersedia mengorbankan nyawa-Nya bagi keselamatan domba-domba-Nya (Ay. 11), termasuk domba-domba dari kandang lain, yang juga harus digembalakan (Ay. 16). Sebagai Anak, Sang Gembala tahu bahwa inilah kehendak Bapa (Ay. 18) yang mengasihi Dia (Ay. 17), yaitu agar Dia memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai korban untuk menebus dosa manusia. Anak juga mempunyai kuasa untuk bangkit dari kematian, lalu hidup kembali. Keyakinan inilah yang harus kita pegang teguh dan patut kita syukuri. Kita bersyukur bisa memiliki Sang Gembala yang sangat baik yang selalu menyertai kita.

Refleksi
Renungkanlah: sudahkah kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada tuntunan kasih Yesus Kristus, Sang Gembala yang baik, yang akan selalu menyertai dan memberkati hidup setiap domba-domba-Nya.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa menjadi domba yang baik yang berkenan kepada-Mu dan bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Tindakanku
Belajar untuk taat dan tunduk kepada Tuhan melalui Firman-Nya, dan selalu berterima kasih karena Tuhan mau menjadi Gembala yang baik bagi kita manusia yang berdosa ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«