suplemenGKI.com

Matius 5:20-37

 

Kesalehan Hidup Di Atas Rata-Rata

Pengantar:

Dalam dunia pendidikan di kenal istilah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) artinya, seorang siswa baru bisa naik kelas kalau nilai raportnya memenuhi KKM atau di atas KKM. Jika nilainya di bawah KKM maka ia tidak bisa naik kelas, karena tidak mampu memenuhi KKM yang ditentukan oleh sekolah atau dinas pendidikan formal. Dalam hidup ini mungkin bisa disimpulkan bahwa tidak ada orang yang senang atau puas dengan keadaan yang pas-pasan saja, semua orang ingin sesuatu yang lebih. Kalau ada orang yang baik, maka kita ingin lebih baik lagi, kalau ada orang yang sukses, maka kita ingin lebih sukses lagi dan seterusnya. Hal itu tidak salah, asal tetap dalam koridor yang benar dan tidak merugikan sesama. Bagaimana dengan kehidupan kerohaniaan kita?

Pemahaman:

  1. Apakah maksud pernyataan Yesus yang seolah membandingkan murid-murid-Nya dengan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi? (v. 20)
  2. Apakah yang hendak di tekankan oleh Yesus dalam ayat 21-26?

Matius 5:20-26 ini merupakan bagian dari khotbah Yesus di Bukit, yang dikenal dengan pengajaran Agung Tuhan Yesus. Melalui pengajaran agung-Nya itu Ia hendak menunjukkan dan mengajarkan tentang kehidupan kesalehan yang harus di atas rata-rata. Artinya Yesus hendak menekankan bahwa pengajaran-pengajaran yang terdapat di dalam Taurat bukan hanya sekedar sebuah aturan, norma atau pedoman melainkan benar-benar menjadi pengajaran yang dihidupkan oleh setiap pembacanya. Tidak seperti para ahli Taurat dan orang Farisi yang sangat menguasai hukum Taurat tetapi tidak menjadi citra dalam hidup mereka (Band Mat 23:27-28). Kalimat “Kamu telah mendengar…” (v. 21 …) Yesus hendak menunjukkan bahwa pengajaran-pengajaran itu sudah tertulis di dalam hukum Taurat, tetapi hukum-hukum atau pengajaran-pengajaran itu memerlukan ketajaman, kejernihan dan kesungguhan untuk dihidupi atau dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Perkara membunuh, tidak semua orang adalah pembunuh, penzinah, perceraian dan sumpah palsu juga demikian. Tidak semua orang melakukan hal-hal itu. Tetapi Yesus menaikkan standart bahwa jika ada nilai-nilai yang membenci, menginginkan perempuan lain yang bukan pasangannya, mengabaikan pasangannya dan berlaku munafik, tidak jujur semua itu sudah tergolong melakukannya: membunuh, berzinah, bercerai maupun saksi dusta. Intinya Yesus hendak mengajarkan kepada murid-murid dan kita semua untuk hidup lebih saleh dari dunia ini.

Refleksi:
Kesalehan hidup di atas rata-rata memang tidak mudah, tetapi jika hidup ini selalu berpaut pada Tuhan Yesus, maka kita akan dimampukan untuk mengekspresikan dalam hidup ini.

Tekad:
Tuhan, mampukan saya untuk terus bergantung pada-Mu, sehingga saya dapat menghidupkan firman-Mu dalam hidup sehari-hari dengan lebih baik dari orang-orang dunia.

Tindakan:
Mulai belajar bersandar kepada Tuhan Yesus untuk dapat menghidupkan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*