suplemenGKI.com
Mahkota

Mahkota

1Korintus 9:24-27.

Lebih Dari Segala Yang Fana

Attitude seseorang sangat menentukan bagaimana etos dan spiritnya dalam melakukan sesuatu, terutama yang berhubungan dengan kinerja, kuatitas dan tujuan dari apa yang dia lakukan. Jika seseorang memiliki attitude atau sikap, karakter dan tujuan hidup yang baik maka nilai yang akan dicapai juga akan baik, sebaliknya jika attitude nya jelek maka nilai yang dihasilkan juga jelek.
Pada bagian ini Paulus membandingkan kehidupan Kristen dengan pelari yang mempunyai attitude: disiplin, pekerja keras, fokus dan tujuan yang baik yaitu kemenangan atau hadiah. Dari attitude yang demikian maka ia mampu mengalahkan hawa nafsunya, mampu memusatkan konsenterasinya dan fokus pada tujuan yang ingin dicapainya. Dengan modal yang demikian maka dapat dipastikan bahwa ia pasti mampu mencapai finis dan hasil yang memuaskan.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:
1.    Apa yang hendak ditekankan oleh Rasul Paulus bagi setiap orang Kristen dengan membandingkannya dengan seorang pelari atau petinju dalam bagian ini?
2.    Apa yang tujuan seorang olahragawan sehingga ia harus mempersiapkan diri sedemikian rupa sebelum bertanding? Lalu apa tujuan hidup kekristenan kita?
3.    Apa yang paling dibutuhkan oleh seorang olahragawan agar menjadi pemenang? Lalu apa yang paling dibutuhkan oleh orang Kristen untuk dapat menjadi seorang Kristen yang berattitude?
4.    Pernahkah saudara memikirkan pertanyaan di atas dan sudahkah saudara lakukan?

Renungan:
Paulus berargumentasi, jika seorang olahragawan telah memusatkan penyangkalan diri,  perhatian, konsenterasi, seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk meraih kemenangan atau hadiah yang sifatnya sementara dan mudah rusak seperti medali emas, piala atau tropi (v. 24-25) maka seharusnya lebih lagi bagi orang kristen untuk mempersiapkan diri, menyangkal diri, memfokuskan diri serta mengerahkan semua potensi yang ada untuk melatih diri agar dapat meraih hadiah surgawi yang sifatnya kekal, tidak mudah rusak dan memunyai nilai yang jauh kebih tinggi dari segala di dunia ini (v. 25b)
Dalam kehidupan beriman, sangat perlu memiliki attitude: sikap, fokus, penyangkalan diri, mengerahkan semua kemampuan dan sasaran yang jelas dan benar. Dengan kata lain kehidupan beriman perlu penyerahan diri, pengendalian diri dan perjuangan maksimal untuk dapat menuju pada tujuan yang bersifat kekal dan abadi yaitu panggilan surgawi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita memiliki attitude demikian maka kita tidak akan sembarangan menjalani kehidupan kita, tidak memandang remeh melatih kehidupan kerohanian kita melalui kesetiaan bersekutu dengan Tuhan, mengendalikan hidup agar tidak melenceng ke kiri-ke kanan, menuntut diri dalam kemajuan pengenalan akan Tuhan dan menjadi teladan bagi orang lain (v. 26-27) Sekalipun di dalam menjalaninya kita harus menderita, berjuang dan berkorban, tetapi kita maknai semuanya sebagai kesaksian tentang Kristus yang menyelamatkan.
Pertumbuhan kerohanian adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan modal besar yaitu ketekunan, konsenterasi, penguasaan diri, pengorbanan dan penyerahan secara totalitas kepada Tuhan. Itulah harga yang harus dibayar untuk dapat mencapai mahkota kemuliaan yaitu panggilan surgawi yang tidak fana. Panggilan surgawi adalah suatu kesempatan sekarang dan nanti untuk memuliakan Tuhan yang sudah menyelamatkan kita, melalui wadah pelayanan, bersaksi tentang Injil Kristus dan menjadi bermakna bagi sesama. Maukah kita memperjuangkannya sejak sekarang ini? Tuhan memberkati. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*