suplemenGKI.com

NYATAKAN KEBAIKAN HATIMU

Filipi 4:4-7

 

Pengantar
Barangkali ketika membaca judul renungan hari ini kita membayangkan jikalau melakukan suatu kebaikan dan dipuji oleh orang lain, kita akan jatuh dalam kesombongan. Atau barangkali ketika melakukan kebaikan, kita akan kuatir jika orang lain menganggap apa yang kita lakukan hanya demi mencari nama atau identitas diri. Lantas, kebaikan apakah yang dimaksud dalam bacaan kita pada hari ini? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 4-5     :   Mengapa Paulus meminta jemaat di Filipi untuk menyatakan kebaikan hati pada semua orang?
  • Ayat 6-7     :   Mengapa doa menjadi penangkal ampuh untuk melawan kekuatiran?

Secara keseluruhan, Filipi pasal 4 berisikan berbagai nasihat yang diberikan oleh Paulus kepada jemaat di Filipi. Paulus menuliskan suratnya kepada mereka ketika ia sedang di penjara. Ia mengucap syukur atas pertumbuhan iman jemaat di Filipi karena mereka tetap memelihara persekutuan dengan Tuhan, meskipun didera oleh berbagai persoalan. Oleh sebab itu, Paulus memberikan berbagai nasehat yang harus dipenuhi oleh jemaat di Filipi, agar mereka dapat melakukan tugas dan panggilan hidup sebagai orang beriman. Ia mengajak jemaat Filipi untuk menyatakan kebaikan hati pada semua orang (ayat 5). Kebaikan hati dalam bagian ini bukan dimaksudkan untuk menyombongkan diri sendiri, sebab kebaikan hati merupakan buah sukacita dari setiap penyertaan Tuhan yang senantiasa hadir dalam diri jemaat. Ketika mereka mengalami sukacita dari Tuhan, maka kebaikan hati itu akan tampak melalui keseharian. Mereka juga akan dimampukan untuk hidup dalam perdamaian dengan sesama yang didasarkan pada kasih. Kebaikan hati juga akan membawa umat untuk dapat hidup bersabar dalam segala keadaan.

Paulus tak henti-hentinya mengingatkan jemaat Filipi bahwa yang membuat mereka memiliki belas kasih pada sesama adalah karena Allah. Oleh sebab itu, untuk dapat menjalani tanggung jawab hidup orang beriman, mereka diminta untuk tidak memelihara kekuatiran. Paulus mengajak mereka untuk menyatakan segala hal melalui doa dan permohonan kepada Allah (ayat 6). Doa merupakan tanda syukur kita atas segala rahmat yang Tuhan beri dan mengajarkan kepada kita untuk selalu taat pada kehendak-Nya. Ketika kita menyatakan segala hal di dalam doa, maka damai sejahtera Allah akan memelihara hati kita (ayat 7). Damai sejahtera dari Kristus akan membuat hati kita menjadi tenang dan tidak diombang-ambingkan oleh perasaan buruk yang dapat merusak kasih kepada Tuhan dan juga terhadap sesama.

Refleksi
Adakalanya kita menahan kebaikan hati karena takut salah dimengerti oleh orang lain, melihat orang yang kita kasihi tidak mengalami perubahan hidup, dan lain sebagainya. Barangkali kita juga pernah menyatakan kebaikan pada orang-orang tertentu atau orang-orang yang berpihak dengan kita saja. Kebaikan hati seharusnya dinyatakan dalam segala situasi dan kondisi. Memang tak mudah, sebab kita harus berhadapan dengan berbagai macam latar belakang kehidupan manusia. Tetapi jika kita melihat kebaikan Tuhan yang tanpa batas, maka kita dapat meneladani hidup yang menyatakan kebaikan melalui perdamaian dengan sesama yang didasarkan pada kasih. 

Tekadku
Tuhan, ampuni kami apabila selama ini cenderung menahan untuk berbuat baik pada sesama oleh karena berbagai hal. Ajarlah kami untuk mewujudnyatakan kebaikan dalam keseharian sebagai buah dari sukacita hidup di dalam Engkau. 

Tindakanku
Hari ini aku akan belajar melakukan satu tindakan kebaikan bagi orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan, tanpa melihat kelebihan dan kekurangan yang pada pada dirinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*