suplemenGKI.com

Sabtu, 11 April 2015

10/04/2015

Yohanes 20:24-29

IMAN YANG BERTUMBUH

 

PENGANTAR
Hari kemarin kita merenungkan bahwa rasa takut dan kuatir yang kita alami, membuat kita tidak bisa mengalami damai sejahtera Tuhan.  Hari ini kita akan merenungkan, bahwa rasa takut dan kuatir itu bukan hanya berdampak tidak bisa lagi merasakan damai sejahtera-Nya tetapi juga dapat membuat iman kita mandeg

 

PEMAHAMAN

Ayat 25: Bagaimana pernyataan Tomas di dalam rasa takut dan keraguannya?

Ayat 26-27: Bagaimana cara Tuhan menolong Tomas untuk bertumbuh dalam iman?

Ayat 28: Bagaimana pernyataan Tomas setelah imannya kembali bertumbuh?

Bagaimana iman kita hari ini ditengah-tengah pergumulan hidup?

Tomas masih belum percaya akan kebangkitan-Nya.  Padahal rekannya yang lain telah mengalami pertumbuhan iman.  Salah satu penyebabnya adalah “Tetapi Tomas, … tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ” (ayat 24).  Tomas tidak bersama-sama dalam persekutuan dengan rekannya yang lain.  Di dalam rasa takut, kuatir dan kesedihannya; Tomas belum mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus yang hidup.  Maka ketika rekannya yang lain memberitahukan kebangkitan Yesus kepadanya, dia menyambut dengan ucapan yang dramatis (bdk juga Yoh.11:16).  Tomas berkata: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (ayat 25b).  Tomas tidak percaya begitu saja sebelum melihat fakta.

Apa yang Yesus lakukan?  Ayat 26b-27 “… Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”.  Dia tahu persis apa yang Tomas butuhkan dalam situasi hatinya yang takut, kuatir, sedih, dan perasaan-perasaan duka lainnya.  Oleh sebab itu Yesus datang menyatakan diri-Nya agar dapat disentuh dan dirasa oleh Tomas secara nyata.  Perjumpaannya dengan Yesus membuat Tomas segera membuat pengakuan iman “Ya Tuhanku dan Allahku” (ayat 28), tanpa dia mencucukkan jarinya dalam bekas luka Yesus.Kini Tomas secara tegas mengaku Yesus adalah Tuhan dan Allah.  Tuhan (Yun: Kyrios) berarti orang yang berkuasa penuh atas sesuatu yang menjadi milik-Nya.  Berarti ia mengaku Yesus adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas hidup dan mati, atas langit dan bumi, atas segala sesuatu. Dari kondisi ragu, Tomas melangkah maju mencetuskan pengakuan iman tanpa ragu.

REFLEKSI
Iman kita pun bisa mandeg karena takut, kuatir atau kesulitan hidup.  Situasi dan kondisi dapat membuat kita tidak yakin akan kehadiran Tuhan dalam hidup.  Perjumpaan dengan Tuhan pasti membawa pertumbuhan iman, tanpa harus terus menerus meminta bukti.  Ingat perkataan-Nya “Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya”.

TEKADKU
Seperti hari kemarin: Tuhan tolong aku untuk membangun persekutuan pribadi berjumpa dengan Engkau, agar di dalam situasi apapun iman percayaku dapat bertumbuh.

TINDAKANKU
Aku mau menyediakan (mengusahakan) waktu bersekutu berjumpa dengan Tuhan Yesus, sebab perjumpaan dengan-Nya pasti membawa pertumbuhan iman dalam hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«