suplemenGKI.com

KRISTUS PANUTANKU

Efesus 5:1-2

 

Pengantar
Seorang anak kecil biasa menirukan gaya dan tindakan orang tuanya tanpa dipaksa. Dia melakukan itu karena sehari-hari dia bersama orang tuanya. Baginya orang tua adalah guru yang bisa diandalkan.  Maka ada ungkapan yang mengatakan    ”Like father, like son” (sebagaimana bapak, begitu pula anaknya), sebuah ungkapan yang dipakai untuk menunjuk keserupaan atau kemiripan anak dengan orang tuanya.

Apakah relasi kita dengan TUHAN juga seperti itu? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1: Apakah arti penurut-penurut ALLAH?
  • Ayat 2: Apakah yang KRISTUS teladankan bagi kita tentang hidup dalam kasih? 

Ayat ini dimulai dengan kalimat “Sebab itu jadilah.” Kalimat  ini untuk menyambungkan ide dari pasal 4 ayat 32. Rasul Paulus mengajak jemaat untuk membuktikan bahwa mereka telah menjadi manusia baru yang menerima pengampunan KRISTUS. Maka sekarang mereka diminta untuk membuktikan diri sebagai penurut-penurut ALLAH. Artinya sebagai peniru karakter dan perbuatan TUHAN.  Seperti anak-anak kecil belajar dengan meniru orang tua mereka, demikian pula kita diminta meniru ALLAH.

Menurut atau meniru ALLAH berarti hidup dalam inspirasi kehendak ALLAH dan dengan sukacita menjalani hidup dalam ketaatan.  Menjadi penurut ALLAH berarti juga dengan sukacita hidup dalam kasih. Seluruh gaya hidup manusia baru bercerminkan pada kasih KRISTUS.  Sebagaimana KRISTUS YESUS juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita. Inspirasi kasih KRISTUS adalah  mengasihi sampai mengorbankan diri. Pengorbanan menjadi tolok ukur kasih yang sejati. Oleh karenanya, manusia baru tak pernah takut berkorban sebab hidupnya diterangi kasih dan pengorbanan KRISTUS.

Marilah kita terus mengingat dan menyadari bahwa TUHAN ingin anak-anak-Nya bertumbuh serupa dengan-Nya. Menurut Pdt. Rick Warren, salah satu tujuan hidup orang percaya adalah diciptakan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Penulis terkenal Charles R. Swindoll dalam bukunya: “So, You Want to Be Like Christ?” mengatakan: ”Yang membedakan kekristenan dengan kepercayaan lainnya ialah tujuannya yaitu menjadi serupa dengan KRISTUS. Sehingga kesalehan dalam konteks kristiani bukan sekedar moralis, bukan hanya ibadah secara lahiriah, bukan hanya konsep tentang ALLAH, bukan pula kebajikan ataupun idealisme melainkan hidup yang berakar pada KRISTUS.”

Refleksi
Dalam keheningan, nyanyikanlah: “ Makin serupa YESUS, TUHAN-ku. Itulah sungguh kerinduanku. …”   Saat menyanyikan lagu ini, nilailah kehidupan Saudara apakah semakin hari semakin serupa kehidupan KRISTUS yang penuh kasih dan pengorbanan?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku hidup berakar pada KRISTUS dan menjadikan KRISTUS panutan hidupku. 

Tindakanku
Aku akan menerjemahkan kasih KRISTUS dalam kehidupanku dengan melayani semua orang, bukan sekedar basa-basi tapi dengan penuh kasih dan rela berkorban.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«