suplemenGKI.com

WASPADALAH!

Markus 12:38-40

 

Pengantar
Ingatkah saudara dengan slogan “WASPADALAH” yang sering diucapkan oleh Bang Napi di sebuah acara stasiun TV? Biasanya Bang Napi menyampaikan pesan-pesan berkaitan dengan berita yang sudah disampaikan.  Bang Napi mengingatkan kepada para pemirsa untuk selalu berhati-hati karena kejahatan bukan hanya terjadi karena niat pelakunya, tetapi juga kesempatan untuk melakukannya. Sikap waspada mencerminkan kesiapan dan berhati-hati dalam berbagai hal yang dapat mendatangkan bahaya. Berbicara tentang “waspada”, Tuhan Yesus juga mengingatkan para murid untuk memiliki kewaspadaan terhadap para Ahli Taurat.

Pemahaman

  • Ayat 38          : Mengapa Yesus meminta para murid berhati-hati terhadap ahli-ahli Taurat?
  • Ayat 38-40a  : Tindakan-tindakan apa sajakah yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat ?
  • Ayat 40b        : Apa yang akan ahli-ahli Taurat dapatkan dengan tindakan-tindakan yang mereka lakukan?

Yesus meminta para murid untuk berhati-hati pada ahli Taurat karena mereka seringkali mengelabui orang-orang dengan kesombongan dan kemunafikannya. Hal itu terlihat jelas dengan tindakan nyata yang dilakukan: gemar berjalan dengan menggunakan jubah panjang sampai ke kaki yang tujuannya hanya untuk menerima penghormatan, mendambakan pujian dengan suka duduk di tempat terdepan dalam rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, memperkaya diri dan menjadi tuan-tuan tanah dengan menelan rumah-rumah janda, dan mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang (ayat 38-40a). Kehidupan mereka sungguh tidak mencerminkan diri sebagai seorang pengajar yang dapat memberikan teladan. Perintah-perintah keagamaan hanya sebatas hafal di kepala, tetapi tidak sampai masuk ke dalam hati sanubari. Para ahli Taurat menilai betapa tingginya diri mereka dan mencari kehormatan sendiri. Tindakan yang mereka lakukan justru membuktikan betapa dangkalnya pengenalan akan Allah. Seorang yang memiliki pengenalan akan Allah, pasti akan menunjukkan perubahan hidup yang positif. Namun berbeda dengan ahli Taurat, sama sekali tidak menampakkan perubahan hidup yang nyata. Oleh sebab itu, Yesus sangat mengecam apa yang mereka lakukan. Tindakan yang mereka lakukan dengan berkedok kekudusan merupakan kejahatan yang besar, sehingga mereka akan menerima hukuman yang lebih berat (ayat 40b).

Refleksi
Di dunia ini masih ada orang-orang yang mengaku Kristen, namun hidupnya tidak menunjukkan kekristenan yang sejati dan hidup dalam keduniawian. Bagaimana sikap yang seharusnya kita lakukan ketika berhadapan dengan mereka? Akankah kita memiliki keberanian untuk mengajak mereka kembali pada pengenalan yang mendalam tentang Allah?

Tekadku
Tuhan, ajarku menjadi terang yang dapat menyatakan kasih-Mu di tengah-tengah dunia yang tak mengenal-Mu.

Tindakanku
Hari ini aku akan mendatangi salah seorang anggota keluarga atau saudara seimanku yang hidupnya masih mengejar nikmat duniawi. Dengan pertolongan Allah, aku akan menceritakan kasih Allah dalam hidupku, agar ia turut merasakan dan mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«