suplemenGKI.com

Sabtu, 10 Maret 2018

09/03/2018

Efesus 2:1-10

 

“Dahulu Mati, Kini Hidup”

Pengantar:
            Mungkin kita bingung dengan tema renungan hari ini “Dahulu mati, kini hidup” Apa maksud tema tersebut! Tentu bukan berbicara bahwa ada orang yang mati (sudah tidak bernafas lagi) namun kemudian hidup lagi (bernafas lagi seperti manusia yang masih hidup) Jelas bukan demikian yang dimaksud tema ini. Kalau saja ada orang yang mati kemudian hidup lagi mungkin kita akan lari meninggalkan orang itu, karena pasti itu tidak wajar. Kalau begitu apa yang hendak dimaksudkan melalui tema renungan kita hari ini? Mari kita cermati fiman Tuhan dalam bacaan kita hari ini.

Pemahaman:

1)      Apakah yang hendak dimaksudkan oleh Rasul Paulus dalam uraian ayat 1-3?

2)      Bagaimana mungkin manusia yang sudah mati karena dosa menjadi hidup! (v. 4-5, 8-9)

3)      Apa tujuan Allah menghidupkan kita dari kematian karena dosa? (v. 7, 10)

Dalam  Efesus 2:1-10 ini, Paulus menjelaskan tentang anugerah Allah yang memberikan   kehidupan. Mulanya baik jemaat Efesus, Paulus sendiri dan tentunya kita semua adalah orang-orang yang telah mati, karena kita semua hidup dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa yang bermuara pada kematian secara rohani dalam arti terputus hubungan dengan Tuhan. Dalam konteks jemaat Efesus, mereka berlatarbelakang orang Yunani adalah percaya kepada penguasa-penguasa angkasa (dewa-dewa) sedangkan mereka yang berlatar belakang orang Yahudi sekalipun disebut umat pilihan Allah tetapi masih hidup dalam hawa nafsu daging dan pikiran-pikiran jahat. Akibat itu semua tentunya mendatangkan kematian secara rohani, jauh dari Tuhan. Kondisi demikian kemudian berubah, ketika Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus oleh karena anugerah-Nya berkenan menyelamatkan manusia. Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus telah rela mati menggantikan atau membayar harga agar kita yang seharusnya mati karena dosa-dosa kita menjadi hidup kembali, dalam arti terbebas dari kematian kekal. Itu semata-mata karena kasih karunia Allah, tidak sedikitpun ada andil dari kita. Mengapa Allah mau menyelamatkan kita walaupun Dia harus berkorban untuk menebus kita? Tujuannya adalah supaya kita dapat menikmati kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sehingga kita kemudian bisa mengerjakan atau menyaksikan kasih anugerah keselamatan Allah yang telah kita dapatkan itu bagi dunia di manapun kita berada.

Refleksi:
Renungkanlah, siapakah diri kita dahulu sebelum mengenal kasih karunia Kristus? Kita adalah orang-orang yang seharusnya binasa, dibuang oleh Allah karena kita sesungguhnya pemberontak terhadap Allah. Tetapi karena kasih karunia-Nya kita diselamatkan itu bukan karena kita baik, hebat dan cukup pantas untuk diselamatkan tetapi karena kasih karunia-Nya.

Tekad:
Tuhan, tidak ada hal terindah yang bisa saya ungkapkan, berikan dan persembahkan kepada-Mu selain bersyukur atas kasih karunia-Mu yang telah menyelamatkan saya.

Tindakkan:
Saya mau berjuang untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dengan semakin setia melayani Tuhan, taat kepada firman Tuhan dan semakin menjadi berkat bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«