suplemenGKI.com

Sabtu, 10 Juni 2017

09/06/2017

Allah Tritunggal yang Menaungi

2 Korintus 13:11–13

 

Pengantar

Salah satu asas dasar iman Kristen yang sulit untuk dimengerti, sekaligus seringkali menjadi bahan pertanyaan dari orang non Kristen adalah tentang konsep Allah Tritunggal. Nah, menyongsong Minggu Trinitas ini, marilah kita merenungkan tentang asas dasar tersebut.

 

Pemahaman

Ay. 11 – 13          : Konsep Allah seperti apakah yang terkandung dalam penutup surat rasul Paulus kepada Jemaat Korintus ini?

Dalam perikop kita yang singkat ini, ada dua bagian di mana rasul Paulus berbicara tentang Allah. Pertama, rasul Paulus berkata, “…Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu…”. Dalam kalimat ini ditegaskan bahwa Allah adalah sumber – Terjemahan Lama menggunakan istilah pohon – kasih dan damai sejahtera. Artinya, asal dari damai adalah Tuhan, Sang Raja damai itu. Kita tidak membutuhkan pihak lain untuk memperoleh damai sejahtera. Kita hanya perlu datang kepada Allah, sebab DIAlah yang menciptakan damai sejahtera, dan sudah membukakan jalan sedemikian rupa sehingga kita dapat hidup dalam damai dengan Bapa surgawi.

Karena Allah adalah sumber dari kasih dan damai sejahtera itu, maka rasul Paulus berdoa memohonkan berkat Allah tersebut sebagai pamungkas suratnya. Di sinilah rasul Paulus menyatakan konsepnya yang kedua tentang Allah (ay. 13). Dalam doa berkat ini nampak tiga pribadi Allah yang disebut rasul Paulus. Ada kelompok tertentu yang menyatakan bahwa ajaran tentang Tritunggal bukanlah konsep Alkitab. Sebab istilah Tritunggal tidak pernah ada di dalam Alkitab. Merespon pemahaman yang demikian ini, pertama-tama kita perlu mengakui bahwa memang istilah “Tritunggal” tidak pernah digunakan di dalam Kitab Suci. Sehingga akan menjadi sia-sia saja kalau kita mencari istilah itu di dalam Alkitab. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa pengajaran konsep Tritunggal menyimpang dari ajaran Kitab Suci. Dalam seminggu ini, bahan perenungan kita banyak menyinggung tentang keberadaan tiga pribadi, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus. Hari ini kita juga melihat bagaimana rasul Paulus sendiri juga mengungkapkan ketiga Pribadi itu sebagai landasan doa berkatnya bagi Jemaat Korintus. Dan formulasi doa berkat ini juga masih digunakan sampai sekarang oleh Gereja-gereja.

Kalau kita mengatakan bahwa ada tiga Pribadi, itu tidak berarti kita percaya kepada tiga Allah. Rasul Paulus sebagai orang Yahudi asli tentu paham betul tentang “Shamma” Yahudi, yang berisikan apa  yang tertulis dalam kitab Ulangan 6:4, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” Melalui ayat ini, kiranya menjadi jelas bagi kita bahwa orang Kristen bukan percaya kepada tiga Allah, melainkan percaya kepada Allah yang esa. Istilah bahasa Ibrani yang diterjemahkan dengan kata “esa” di sini adalah “echad”. Makna kata tersebut bukanlah tunggal, melainkan satu. Di dalam bahasa Indonesia, kita memiliki persamaan kata “echad” ini, yaitu kata “ika”, seperti kata yang digunakan di dalam semboyan, “Bhinneka Tunggal Ika”. Semboyan ini diterjemahkan dengan berbeda tetapi menjadi satu. Jadi, konsep kata “satu” di sini mengandung pengertian adanya keragaman di dalam ke”satu”an tersebut. Demikian pula pada waktu kita mengaku percaya kepada Allah Tritunggal, kita percaya bahwa Allah itu esa, namun di dalam ke-esa-an-NYA itu DIA ada tiga pribadi.

 

Refleksi

Rasul Paulus mengakhiri suratnya dengan memohonkan berkat dalam nama Allah Tritunggal. Pernahkah kita memohonkan berkat bagi orang lain dalam nama Allah Tritunggal? Atau Allah Tritunggal itu hanya kita tinggal sebagai konsep belaka.

 

Tekad

Doa: Ya Allah Tritunggal, kepada-MU-lah saya bernaung dan berlindung. Amin.

 

Tindakan

Saya akan mempercayai Allah Tritunggal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«