suplemenGKI.com

Sabtu, 10 Juli 2021

09/07/2021

SAAT HARUS MENGAMBIL KEPUTUSAN

Markus 6:14-29

 

Pengantar
Setiap saat kita harus mengambil keputusan. Ada keputusan yang mudah diambil tapi ada juga yang sangat sulit. Apa yang harus menjadi dasar pertimbangan kita saat mengambil keputusan agar kita tak mengambil keputusan yang salah? Bacaan Alkitab  hari ini mengajak kita berefleksi atas keputusan-keputusan yang kita ambil. Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman

  • Ayat 14-16  : Mengapa saat mendengar tentang Yesus, Herodes mengira Yesus adalah Yohanes yang telah bangkit?
  • Ayat 17-20 : Keputusan apa yang telah diambil oleh Herodes terhadap  Yohanes?  Mengapa hati Herodes terombang-ambing saat berhadapan dengan Yohanes?
  • Ayat 21-29 : Apakah pertimbangan mendasar yang dipakai Herodes saat mengambil keputusan menjatuhkan hukuman pada Yohanes dengan memenggal kepalanya? Menurut Saudara, apakah Herodes mengalami damai sejahtera saat mengambil keputusan itu?

Saat perayaan hari ulang tahunnya, Herodes harus mengambil keputusan yang sulit. Bagaikan berada di persimpangan jalan, dia harus segera mengambil keputusan, memilih melindungi Yohanes ataukah memenuhi keinginan anak perempuan Herodias yang telah menyukakan hatinya dengan tarian yang indah? Memilih mengikuti dorongan hati yang mengingatkan akan ketidakbersalahan Yohanes ataukah gengsi karena telah mengumbar janji di depan orang banyak untuk memenuhi apa pun yang akan diminta Salome dan ibunya? Sayangnya Herodes lebih memilih gengsi daripada dorongan hati nurani. Maka dipenggalnyalah kepala Yohanes, seperti yang diinginkan Herodias. Tentu sebenarnya bukan keputusan ini yang ingin diambil oleh Herodes sebab sesungguhnya secara diam-diam dia senang mendengar pengajaran Yohanes. Oleh karenanya saat mendengar tentang Yesus, Herodes mengira Yesus adalah Yohanes yang bangkit lagi.

Terkadang kita memang bisa berada di persimpangan jalan yang tidak mudah. Kita tahu jalan yang harus kita pilih tapi kita ragu bahkan takut menghadapi resiko pilihan itu hingga kemudian tak berani memilih jalan itu sebaliknya malah memilih jalan lain yang kurang baik. Mungkin setelah mengambil keputusan itu kita menyesal dan mengalami tidak damai sejahtera.

Setiap pengambilan keputusan memang ada resikonya. Berani mengambil keputusan berarti harus berani menanggung resiko. Namun sesungguhnya yang dibutuhkan bukan hanya keberanian menanggung resiko tapi juga hikmat bijaksana agar keputusan yang kita ambil menjadi berkat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain dan memuliakan TUHAN. Oleh karena itu saat mengambil keputusan kita perlu mempertimbangkan dengan bijak agar kita tak salah ambil keputusan seperti Herodes.

Ingatlah Kolose 3:23  “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia.”  Setiap kali mengambil keputusan,  pertimbangkanlah TUHAN dan kehendak-Nya. Sebelum menentukan keputusan, ajukanlah  pertanyaan refleksi “apakah keputusan ini sesuai kehendak TUHAN dan memuliakan TUHAN? “

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah kembali apakah Saudara pernah mengambil keputusan yang salah? Renungkanlah apakah selama ini keputusan-keputusan Saudara telah sesuai dengan kehendak/ Firman TUHAN dan memuliakan nama-Nya?

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah aku untuk selalu bisa mengambil keputusan yang bijaksana dan memuliakan Engkau.

Tindakanku
Aku akan mempertimbangkan setiap keputusan dengan mendasarkan pada Firman TUHAN bukan hanya pada keinginanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«