suplemenGKI.com

Yakobus 5:7-11.

 

Sabar Menderita Menanti Kedatangan-Nya Yang Ke Dua Kali.

Pengantar:
Ada sebuah ungkapan “Pekerjaan menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan” Suatu kali ada seorang suami, mengantar istrinya belanja ke pasar, setelah istrinya turun dan masuk ke dalam pasar, suami menunggu di mobil. Setelah sekian lama menunggu, sang tidak kunjung kembali. Si suami berusaha menelpon HP istrinya tetapi tidak diangkat, mungkin karena sedang sibuk belanja. Akhirnya si suami memutuskan untuk pulang sebentar dengan maksud akan kembali menjemput istrinya. Tetapi ketika istrinya selesai belanja dan menunju ke mobil, ternyata mobilnya sudah tidak ada, maka si istri pulang naik ojek dengan barang belanjaan yang banyak sekali. Sesampai di rumah si istri langsung memarahi suaminya dan berkata “kamu tidak sabar menunggu saya belanja, tapi kalau baca koran berjam-jam kamu bisa sabar, suami macam apa kamu ini”  Ketidaksabaran tidak jarang bisa menimbulkan konsekuensi yang fatal. Mari kita belajar dari perenungan hari ini.

Pemahaman:

  1. Bagaimana Yakobus menggambarkan kesabaran menanti kedatangan Tuhan? (v. 7-8)
  2. Apa yang bisa terjadi ketika tidak sabar menanti kedatangan Tuhan? (v. 9)
  3. Bagaimana agar kita bisa sabar dan berbahagia menanti kedatangan Tuhan? (v. 10-11)

Alkitab menuliskan bahwa kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali adalah seperti
pencuri (Luk 12:40, 1Tes 5:2) Kedatangan-nya tidak bisa diprediksi kapan waktunya, tetapi Tuhan pasti akan datang untuk yang ke dua kalinya. Kita perlu belajar dari petani dalam menanti kedatangan Tuhan Yesus. Petani memiliki kesabaran, perjuangan dan ketekunan. Bukan hanya itu, petani juga memiliki hati yang teguh dan pengharapan mantap bahwa ia pasti akan mendapatkan hasil dari pertaniannya.

Ketika tidak ada kesabaran, ketekunan dan ketaatan, maka akan terjadi hal-hal yang justru akan menjauhkan kita dari pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus. Ayat 9 mengatakan “janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum” Kalimat itu hendak menekankan bahwa hal demikian adalah tidak disukai oleh Tuhan, maka konsekuensinya akan dihukum, dalam arti tidak diperkenankan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus atau tidak mendapat bagian dalam kerajaan surga.

Kita perlu belajar dari para nabi Tuhan dalam ketekunan, kesabaran dan ketaatan memberitakan tentang Tuhan yang menyelamatkan, hal itu akan menolong kita untuk mempersiapkan diri dengan benar dalam menanti kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali.

Refleksi:
Coba merenung sejenak, apakah yang dibutuhkan dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan? Yaitu ketekunan, kesabaran, ketaatan dan siap untuk menderita.

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya lebih meningkatkan ketekunan, ketaatan dan kesabaran serta tahan menderita dalam menanti kedatangan-Mu yang ke dua kali.

Tindakkan:
Semakin meningkatkan ketekunan, kesabaran dan ketaatan kepada Tuhan agar ketika Tuhan datang untuk yang ke dua kalinya saya sudah siap sedia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*