suplemenGKI.com
Pemberitaan Injil

Pemberitaan Injil

Yohanes 1:6-8

Mengemban Tugas Yohanes

Dalam Kabar Baik yang disampaikan oleh Yohanes ini, Yesus dikemukakan sebagai Sabda Allah yang abadi yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Kabar Baik ini ditulis dengan maksud supaya para pembacaa dapat percaya bahwa Yesuslah Raja Penyelamat yang dijanjikan—Ia Anak Allah sendiri. Juga supaya melalui percaya kepada-Nya mereka memperoleh hidup (Yoh 20:31).

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Peran apa yang Yohanes terima dari Allah untuk ia jalankan di tengah Israel?  (ay. 6)
  2. Tugas apa yang ada dibalik peran yang Yohanes jalankan (ay. 7a dan 8)?
  3. Apa yang menjadi tujuan dari pelaksanaan tugas tersebut?  (ay. 7b)

RENUNGAN

Argumentasi teleologis adalah pendekatan filsafati dalam rangka membuktikan keberadaan Allah dengan cara memahami bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini yang hadir tanpa tujuan.  Setiap keberadaan hadir dengan tujuan bagi kehidupan itu sendiri.  Tidak ada keberadaan yang berdiri bebas tanpa mempunyai keterkaitan fungsi dengan keberadaan lainnya.  Argumentasi teleologis ini juga menempatkan manusia sebagai pribadi yang hadir bukan tanpa tujuan.  Setiap pribadi lahir dan hadir dengan membawa tujuan dari Sang Pencipta.    Firman Tuhan pun juga menegaskan hal yang sama bahwa setiap mahluk ada sebagai bagian dari tatanan penciptaan sehingga  keberlangsungan hidup dapat terus terjaga.

Kebenaran ini dapat dilihat dari sejarah kelahiran Yohanes.  Dikatakan, “ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya” (Luk. 1:16, 17).  Artinya, bahwa Yohanes adalah seorang utusan Allah yang datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu” (Yoh. 1:7, 8).

Inilah peran dan tujuan hidup Yohanes, yaitu menjadi utusan Allah yang bersaksi mengenai Sang Terang sehingga semua orang menjadi percaya.  Perjalanan hidup Yohanes sampai sebelum Yesus datang menyatakan diri di depan bangsa Israel, sungguh-sungguh dijalani sebagai seorang saksi yang senantiasa berseru-seru demi pertobatan bangsanya.  Sebagai respons, Yohanes menanggapi pertobatan Israel dengan cara membaptis mereka di seberang sungai Yordan.  Sebaliknya kehadiranya Yesus juga menjadi tanda purna tugasnya Yohanes sebagai seorang saksi yang mempersiapkan jalan bagiNya.

Pertanyaannya, apakah tugas Yohanes sudah selesai?  Ya, bagi Yohanes, tetapi tidak bagi orang percaya.  Hari ini kita adalah komunitas kristiani yang sedang menanti-nantikan kehadiran Sang Terang pada kali kedua.  Pada rentang waktu yang entah sampai kapan kedatanganNya, kita dipanggil untuk mewujudkan kehadiran kita yang bertujuan dengan cara mengemban dan melanjutkan tugas Yohanes.  Kita dipanggil untuk menjadi saksi sekaligus pemberita bahwa Sang Terang benar-benar akan datang.  Jalankan peran dan tugas tersebut dengan kesetiaan, pantang mundur, kesungguhan sehingga orang lain dapat melihat kebenaran berita hidup yang kita bawa.  Hasilnya merekapun bersedia percaya kepada Sang Terang yang memberi damai.  Mari kita mengemban tugas Yohanes

Menjadi Utusan dan Pemberita adalah Panggilan bagi seorang Kristiani

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«