suplemenGKI.com

Sabtu, 10 April 2010

09/04/2010

DALAM KEBANGKITAN-NYA ADA PENGUTUSAN

Yohanes 20:19-23

Perikop ini merupakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus, dimana Dia menampakkan diri-Nya kepada Maria magdalena dan setelah itu kepada para murid.

  • Bagaimana situasi para murid pada waktu itu? (ay.19)
  • Ketika berjumpa dengan para murid, apa yang Dia berikan?  Apakah yang Dia berikan itu sesuai dengan situasi dan kebutuhan para murid? (ay.19, 21)
  • Ketika berjumpa dengan para murid Dia mengadakan pengutusan.  Bagaimana kualitas pengutusan-Nya?  Apa bukti penyertaan-Nya? (ay.21-23).
  • Apakah saudara menyadari pengutusan Tuhan dalam hidup Saudara?

RENUNGAN

Perikop ini menjelaskan bahwa para murid dalam situasi takut kepada orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus.  Mereka takut kalau-kalau orang-orang Yahudi itu juga akan menangkap para murid dan memperlakukan hal yang sama seperti yang dialami Yesus.  Para murid kemudian berkumpul dalam satu ruangan yang terkunci walaupun mereka sudah mendengar kebangitan-Nya dari Maria Magdalena.  Berita dari Maria Magdalena itu belum memiliki pengaruh apa-apa dalam kehidupan para murid.  Mereka masih dicekam rasa takut.

Tuhan Yesus tahu persis apa yang dirasakan para murid dan Dia juga tahu persis apa yang dibutuhkan mereka.  Ketika para murid berada dalam ruangan yang terkunci, tiba-tiba Yesus menampakkan diri di tengah mereka. Dia berkata “Damai sejahtera bagi kamu” (Peace be unto you). Damai sejahtera (Yun. eirene)=  perasaan tenang, aman, sentosa. Artinya, Dia memberikan perasaan tenang, bagi yang mengalami takut (gelisah, kuatir), ketika percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi ada dalam kendali dan rencanaNya.  Kemudian, Tuhan Yesus menunjukkan kepada para murid tangan dan lambungNya yang ditusuk paku dan tombak, untuk membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit menang atas maut. Artinya, Tuhan Yesus menyakinkan para murid untuk percaya bahwa mereka memiliki Tuhan yang hidup. Perkataan “Damai sejahtera bagi kamu” menjadi kenyataan sesudah mata mereka melihat sendiri bekas luka di tangan dan lambung-Nya (Yoh. 20:20), damai sejahtera itu memenuhi hati para murid.

Sesudah penuh damai dan sukacita karena kehadiran Yesus, mereka menerima tugas menjadi utusan Kristus (rasul). Pengutusan kepada para murid “seperti Bapa mengutus Aku” (Yoh.20: 21). Artinya, misi itu meneruskan misi Yesus dari Bapa-Nya yaitu memberitakan kabar keselamatan bagi dunia.  Untuk menjalankan misi-Nya, setiap utusan harus menjalankan seperti Tuhan Yesus, yaitu di dalam ketergantungan penuh kepada Bapa.   Tuhan Yesus memberikan penyertaan-Nya dengan menghembuskan Roh Kudus, kuasa-Nya, agar para murid bisa mengemban misi Ilahi. Roh Kudus mengubah ketakutan dan persembunyian menjadi keberanian dan keterbukaan, menjadi utusan yang disertai oleh wibawa sang pengutus sendiri (Yoh.20:23)

Sebagai orang percaya, kita menyakini kebangkitan-Nya memberi pengharapan dan damai sejahtera.  Roh Kudus sudah dicurahkan-Nya ketika kita membuka hati bagi Dia.  Yang harus kita ingat adalah setiap orang percaya adalah utusan-Nya ditengah-tengah dunia yang membutuhkan kabar baik.  Apakah hari ini masih ada orang yang terdekat dengan kita yang membutuhkan damai sejahtera?  Doakanlah mereka, ajaklah berdoa dan ceritakan bahwa Dia bangkit memberi damai sejahtera kepada setiap orang yang percaya.  Lakukanlah sekarang!

Sukacita kebangkitan sudah kita miliki, tetapi bukan hanya untuk dimiliki. Ceritakanlah!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«