suplemenGKI.com

Umat Pilihan

 

Roma 9:1-9

 

Pengantar
Alangkah bahagianya menjadi orang yang dipercayai oleh sesamanya, orang yang dipercayai itu harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Bagaimana kalau orang tersebut tidak dapat menjaga atau mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya?  Tentu banyak orang yang tidak berani lagi mempercayai orang tersebut.

Bagaimana kalau kepercayaan itu datangnya bukan dari manusia tapi dari Tuhan? Tentu kita akan merasa luar biasa sekali. Demikian jugalah dengan bangsa Israel yang telah dipercayai oleh Tuhan untuk jadi umat pilihanNya. Tentunya bangsa Israel bangga dengan predikat umat pilihan. Namun apakah bangsa Israel menjadi bangsa yang  dapat mempertahankan predikat tersebut?

Pemahaman
Ay 1-3, apa yang dirasakan oleh Paulus terhadap bangsa Israel?
Ay 4-5, apa yang terjadi pada bangsa Israel?
Ay 6-9, apa yang dikatakan Paulus dengan umat pilihan?

Paulus merasakan betapa sedih dan dukacitanya ia ketika melihat apa yang terjadi pada bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah, yang hidupnya tidak dapat menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain, bahkan menjauh dari Tuhan. Paulus merasakan kesedihan itu karena seharusnya bangsa Israel menerima janji-janji yang Tuhan berikan, bahkan sudah menerima Taurat Tuhan, ibadah bersamaNya dan kemuliaanNya, namun sekarang semuanya lenyap dan hanya tinggal sisa-sisanya saja. Bangsa Israel seharusnya menunjukkan diri sebagai umat pilihan yang berbeda dengan bangsa lainnya, namun pada kenyataannya apa yang dilakukan bangsa Israel justru sama dengan bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Tuhan akhirnya harus memberikan hukuman kepada bangsa Israel karena telah menjauhi Tuhan dan menyembah berhala, dengan cara mereka diasingkan ke negara Babel.

Dalam perenungan Paulus, ia masih melihat bahwa janji Tuhan terhadap bangsa Israel juga masih berlaku, dimana dari bangsa Israel (sisa-sisa bangsa Israel) akan muncul Mesias.

Dengan kehadiran Yesus Kristus ke dunia ini, maka keselamatan tidak bergantung lagi pada bangsa Israel, melainkan kepada Yesus Kristus. Sekarang orang yang percaya kepada Yesus Kristus disebut sebagai umat pilihan Allah, bukan karena kelayakan mereka namun karena anugerah Allah.

Refleksi
Renungkanlah betapa berharganya kita sebagai umat pilihan Allah. Renungkanlah apakah sejauh ini kita sudah menghargai anugerah Allah tersebut?

Tekadku
Ya Tuhan Yesus Kristus, alangkah bahagianya kami semua disebut sebagai umat pilihanMu ketika kami percaya kepadaMu. Mampukanlah kami hidup sesuai dengan kehendakMu sebagai umat pilihanMu. Jangan biarkan kami meninggalkan kepercayaan yang telah Engkau berikan kepada kami, namun tetap menjaganya dan menghidupinya.

Tindakanku
Hari ini saya menyadari sebagai umat pilihan Allah, kebahagiaan ini akan saya beritahukan kepada orang yang ada di sekitar saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»