suplemenGKI.com

ADAT ISTIADAT DAN FIRMAN

Markus 7:1-13

 

Pengantar
Orang-orang Yahudi sangat menjunjung tinggi tradisi. Salah satu contoh yang mereka lakukan pada waktu itu adalah tentang menghormati orang tua. Menghormati orang tua adalah suatu perintah yang sangat penting bagi Allah. Begitu pentingnya sampai masuk sebagai perintah ke-5 dari Sepuluh Hukum Allah. Namun, pada zaman Tuhan Yesus, secara tersirat sepertinya berlaku suatu adat di mana bila seseorang sudah memakai uangnya untuk membeli korban bagi Allah maka ia tidak terikat kewajiban untuk merawat orang tuanya sendiri. Hal ini ditentang keras oleh Yesus. Bagaimanakah seharusnya sikap ketika berhadapan dengan adat istiadat yang kita ketahui saat ini? Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 1-5 : Apakah yang dilakukan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ketika bertemu dengan Tuhan Yesus?
  • Ayat 3-13: Bagaimanakah respon Tuhan Yesus menghadapi sikap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu?

Ketika orang-orang Farisi dan beberapa ahli-ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus dan mempertanyakan tentang beberapa murid Yesus yang makan dengan tangan yang najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh (Ay. 2). Mereka memiliki tradisi sering membasuh tangan dengan hati-hati, membasuh pergelangan tangan dan mengangkat tangan mereka ketika masih basah supaya airnya dapat mengalir sampai ke siku. Mereka membasuh tangan khususnya sebelum makan roti dan ketika orang Yahudi kembali dari pasar (Ay. 3-4)

Yesus mengutip kitab Yesaya dan menyebut mereka sebagai orang munafik (Ay. 6). Yesus menegur orang-orang Farisi karena kemunafikan mereka dalam berpura-pura memuliakan Allah, padahal sebenarnya mereka tidak mempunyai niat seperti itu dalam menjalankan ibadah mereka. Mereka memagari hukum Allah dengan berbagai peraturan yang mereka buat sendiri, dengan alasan agar orang Israel tidak melanggar peraturan. Mereka bahkan menganggap otoritas peraturan itu sama dengan otoritas Tuhan (Ay. 8). Padahal kenyataannya, berbagai peraturan itu bertentangan dengan hukum Tuhan. Yesus juga memberikan contoh kepada mereka tentang hukum Allah untuk menghormati orang tua. Di sini Tuhan Yesus tidak mengecam semua tradisi, tetapi hanya tradisi yang bertentangan dengan firman Allah. Tradisi atau peraturan harus dilandaskan pada kebenaran yang sesuai dengan Alkitab yang adalah firman Allah. Bagi Yesus, Firman Allah merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi semua orang percaya.

Aturan-aturan adat istiadat dan agama bukan tidak penting, selama didasarkan pada kebenaran firman Tuhan, dipahami dan dipraktikkan dengan motivasi yang benar karena mengasihi Allah dan demi kebaikan dengan sesama. 

Refleksi
Renungkanlah: Firman Allah harus menjadi pedoman yang utama dalam hidup kita, jangan sampai kita mengabaikan perintah Allah untuk berpegang pada peraturan yang dibuat oleh manusia.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa mengutamakan firman-Mu dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Untuk bisa membedakan mana perintah yang memang berasal firman-Mu atau bukan.

Tindakanku
Saya akan menyaring adat-istiadat atau tradisi yang bertentangan dengan firman Tuhan dan mencari kebenaran dengan membaca Alkitab atau bertanya kepada hamba Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«