suplemenGKI.com

MENYAKINI ALLAH SUMBER KEKUATAN

2Timotius 1:6-18

 

PENGANTAR
Kemarin kita merenungkan bagaimana rasul Paulus memberikan teladan sehingga keteladanan itu memberikan dampak yang besar dalam hidup dan pelayanan Timotius.  Tentu saja tidak mudah bagi Timotius mengerjakan pelayanan, menggantikan kehadiran Paulus di tengah-tengah jemaat Efesus.  Paulus menyadari hal itu.  Oleh sebab itu, melalui suratnya rasul Paulus banyak memberikan pesan atau nasihat agar Timotius menyakini panggilan dan kehadiran Tuhan Sang sumber kekuatan.  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

  • Ayat 6-8: Apa saja nasihat Paulus untuk dilakukan Timotius?
  • Ayat 9-10: Allah seperti apakah yang harus diyakini Timotius?
  • Untuk merayakan bulan keluarga ini, mari kita merenungkan: Apakah kita masih memiliki waktu dan tekad memberikan pesan siapa Tuhan kepada anak-anak?

Timotius adalah anak rohani yang Paulus kasihi.  Melalui perikop yang kita baca, Paulus tidak hanya memberikan teladan tetapi menasihatkan Timotius untuk melakukan tiga hal. Pertama, Semangat mengobarkan karunia Allah (ay.6).  Di awal pelayanannya Paulus menumpangkan tangannya bagi Timotius agar Tuhan memberikan karunia yang dibutuhkan dalampelayanan.  Karunia yang dimaksud di sini adalah segala pemberian Allah yang memungkinkan dan memperlengkapi Timotius untuk melayani di jemaat Efesus (bdk. 1Tim. 4:14).  Karena itu, Paulus menasihatkan Timotius untuk mempergunakan karunia itu dengan lebih “berkobar lagi.” (ay.6) sebab karunia itu Dia anugerahkan untuk membangun jemaat.  Kedua, Tidak perlu malu memberitakan Injil Kristus (ay.8a).  Timotius masih muda ketika melayani jemaat Efesus.  Kemungkinan Timotius merasa malu sebab Injil yang dia beritakan itu dari Tuhan Yesus Kristus yang mati disalibkan sebagai seorang kriminal; Injil yang juga diberitakan oleh Paulus yang kini meringkuk sebagai tahanan.  Paulus memberi nasihat agar tidak malu kepada dunia yang menolak Injil, sebab keselamatan-Nya akan nyata bagi dunia.  Ketiga, Setia walau menderita bagi Injil-Nya (ay.8b).Kata “ikut menderita”mengandung pengertian “mau ikut menanggung penderitaan bersama orang percaya”.  Paulus mengajarkan agar tidak mudah meninggalkan pelayanan, putus asa atau kecewa ketika menghadapi kesulitan dalam pemberitaan Injil.

Dasar tiga hal diatas adalah Timotius harus menyakini Allah sendiri yang telah memberikan karunia yang memperlengkapi dalam pelayanan dan kekuatan saat menghadapi kesulitan.  Allah tidak memberikan “roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (ay.7).  Hanya Allahsumber kekuatan, terutama yang sanggup memberi kekuatan saat menghadapi berbagai persoalan dan penderitaan dalam pemberitaan Injil (ay.9-10), Dia Sang sumber kekuatan dalam keadaan apapun.

REFLEKSI
Renungkanlah: Paulus menyakini Allah Sang sumber kekuatan.  Pengalaman iman itu Paulus bagikan dan teguhkan dalam hidup Timotius.  Maka, berdampak besar dalam pemberitaan Injil.

TEKADKU
Tuhan tolong aku terus menyakini bahwa Engkau Allah Sang Sumber kekuatan. 

TINDAKANKU
Aku mau membagikan pengalaman iman itu, terlebih dulu di tengah-tengah keluarga sebelum kepada semua orang yang aku jumpai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«