suplemenGKI.com

Sabtu, 1 Mei 2010

30/04/2010

Yohanes 13:31-33.

Saatnya Untuk Praktek

Konteks bacaan kita hari ini adalah nasihat Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia menjalani penderitaan salib (Yoh 13-17). Katakanlah ini sebagai pengajarn perpisahan seorang guru kepada murid, atau orang tua kepada anak-anak yang dikasihinya. Terkadang dalam situasi seperti itu (menjelang perpisahan) ada dua hal yang bisa berkecamuk dalam hati kedua belah pihak (baik bagi yang akan dilinggalkan atau bagi yang akan meninggalkan yang ditinggalkan) Pertama: Ada rasa kehilangan yang menyelimuti perasaan masing-masing. Karena kebersamaan, keakraban yang terjalin selama ini dan kontribusi yang telah dialami dari masing-masing pihak telah terukir begitu rupa, maka pada saat akan berpisah tentu perasaan kehilangan itu sangat kuat. Kedua: Beban tanggungjawab yang harus diemban. Selama ini kebergantungan kepada sosok yang diandalkan sangat memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan. Tetapi ketika sosok tersebut tidak ada maka mau tidak mau unsur-unsur kemudahan, kenyamanan dan keamanan itu harus ditanggung sendiri.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa maksud Yesus mengungkapkan tentang suatu proses permuliaan-Nya oleh Bapa di saat Dia tidak lama lagi akan berpisah dengan murid-muridNya? (ay. 31-32)
  2. Apa maksud pernyataan Yesus yang mengklaim bahwa pasti murid-murid-Nya tidak akan bisa menemukan dia di tempat Dia berada kelak? (ay. 33)

Renungan:

Yesus memulai percakapan-Nya dengan kesebelas murid-Nya, setelah Yudas meninggalkan mereka (Yoh 13:31) Bagi penulis Yohanes, hal itu mempunyai makna simbolis yaitu di saat di mana Yesus akan dimuliakan sudah semakin dekat dan hanya sedikit waktu lagi Dia masih bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Oleh sebab itu Yesus perlu menyampaikan beberapa hal penting yang sebelumnya Dia tidak pernah katakan kepada murid-murid-Nya.

Hal-hal penting itu antara lain bahwa Dia akan dipermuliakan oleh Bapa. Inilah proses yang benar-benar hanya Yesus yang bisa lewati dan alami serta mendapatkanya.  Dipermuliakan berarti dinobatkan untuk melalukan apa yang hanya bisa dilakukan oleh Yesus saja dan tidak bisa bagi orang lain, yaitu Yesus akan menjalani penderitaan yang sangat berat, mulai dari Getsemani sampai Golgota. Jadi dipermuliakan di sini bukan seperti penghormatan karena jasa atau prestasi sebagaimana dipahami secara umum, tetapi dipermuliakan di sini justru sebuah penderitaan yang akan dialami Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa.

Sejalan dengan hal Yesus dipermuliakan itu yang tidak mungkin dilewati dan dilakukan oleh murid-murid-Nya, sehingga Yesus harus mengatakan dengan bahasa yang spesial “Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakanya kepada kamu” Pernyataan Yesus ini semakin menjadi penting jika murid-murid memahami bahwa Yesus datang ke dunia ini untuk melakukan karya penyelamatan melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Tetapi sayangnya murid-murid belum sadar akan hal tersebut. Itu terlihat dengan tidak ada respon sedikitpun dari murid-murid ketika Yesus menjelaskan semuanya. Di sinilah kita bisa memahami bahwa kita tidak mungkin akan memahami kehendak Tuhan kita ketika kita tidak selalu bersama dengan-Nya, sekarang maukah kita selalu ingin bersama dengan Tuhan sehingga kita bisa mengerti apa yang harus kita lakukan ketika tugas mulia (pelayanan) diembankan kepada kita?

Untuk menjadi mengerti pernyataan Tuhan Yesus tidak bisa dengan hanya menjadi murid, tetapi harus menjadi murid yang memahami dan dekta dengan Guru yaitu Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»