suplemenGKI.com

SUMBER KEBAHAGIAAN YANG SEJATI

Matius 5:1-12

 

Pengantar
Kebahagiaan merupakan hal penting yang dicari dan diharapkan seseorang dalam hidupnya. Semua orang ingin mengalami dan merasakan kebahagiaan. Hanya saja, masih banyak orang yang memahami bahwa kebahagiaan bisa didapat dengan memenuhi keinginan diri atas materi atau harta benda. Bukankah kebahagiaan tidak terbatas pada materi semata? Bukankah selama manusia hidup di dunia pasti akan mengalami berbagai masalah dan pergumulan? Bagaimanakah kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang kita harapkan? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-2: Apa yang Yesus lakukan ketika Ia melihat orang banyak itu ?
  • Ayat 3-12: Apa makna kata “berbahagia” dalam pengajaran yang disampaikan oleh Yesus? Kepada siapa sajakah yang disebut “berbahagia” oleh Yesus?

Ketika Yesus melihat orang banya berbondong-bondong mengikuti-Nya,naiklah Ia ke atas bukit lalu duduk (ayat 1). Kemudian Ia memberikan pengajaran-Nya pada murid-murid dan orang banyak yang mengikuti-Nya (ayat 2). Yesus pun memulai pengajarannya dengan kata “berbahagialah”. Kata “berbahagia” dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani menggunakan kata “Makarios” yang berarti “diberkati”. Adapun yang disebutkan berbahagia oleh Yesus adalah orang yang miskin di hadapan Allah, karena mereka yang empunya Kerajaan Sorga (ayat 3), orang yang berdukacita karena akan diburkan (ayat 4), orang yang lemah lembut karena akan memiliki bumi (ayat 5), orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (ayat 6), orang yang murah hatinya, karena akan beroleh kemurahan (ayat 7), orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah (ayat 8), orang yang membawa damai, karena akan disebut anak-anak Allah (ayat 9), orang yang dianiaya oleh karena kebenaran, maka mereka yang empunya Kerajaan Sorga (ayat 10), orang yang karena percaya kepada Kristus , dicela dan dan difitnahkan segala yang jahat (ayat 11).

Apa yang disampaikan oleh Yesus ada kalanya sukar dipahami oleh dunia. Betapa tidak, orang-orang yang sedang mengalami penderitaan justru dikatakan berbahagia. Sementara dalam keadaan demikian, kecenderungan manusia adalah putus asa dan hilang harapan. Tetapi apa yang bagi dunia merupakan suatu penderitaan, dilihat sebagai sebuah kebahagiaan sebab ada janji Allah yang diberikan bagi orang percaya. Demikian pula dengan sikap hati seperti lemah lembut, murah hati,suci hati, membawa damai, adalah kunci dalam menghadapi penderitaaan dan kesusahan. Jadi, jika siapapun memiliki sikap hati yang benar dalam penderitaannya sebagaimana yang dinyatakan Yesus, Ia akan dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Sebab kebahagiaannya yang sejati bersumber dari Allah.

Refleksi
Pernahkah saudara mengukur kebahagiaan yang didapat bersumber dari prestasi diri? Pernahkah dalam setiap keberhasilan yang didapatkan, saudara justru merasakan kekosongan diri? Saudara, kebahagiaan adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan, bukan saja menyangkut kehidupan kini, tetapi juga kehidupan kekal di dalam Allah dan Kerajaan-Nya.

Tekadku
Tuhan, ajarku untuk merasakan kebahagiaan sejati yang bersumber dari Engkau dan bersyukur atas segala penyertaan-Mu dalam hidupku.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk selalu bersyukur dan tidak terus menerus berkeluh kesah dalam segala keadaan di hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«