suplemenGKI.com

Matius 5:5-9

LEMAH LEMBUT, MURAH HATI DAN SUCI HATI

 

Pengantar
Hari sudah menunjukkan pukul 1 siang, si mbok masih sibuk mencuci baju.  Tuan dan nyonya dari si mbok punya karakter yang berbeda.  Sang tuan terlihat kasar, bicaranya keras seperti membentak.  Sedang sang nyonya berpenampilan lembut, cara bicara halus dan pelan.  Terjadilah dialog berikut:
Tuan : Mbok makan dulu!  Kulihat dari tadi kok kerja terus, berhenti kerja dan makan dulu nanti kamu sakit!
Nyonya : Makanya mbok kalo kerja yang bener biar cepat selesai jadi nggak lama-lama gini, ya sudah selesaikan dulu saja, tanggung kalo ditinggal makan.
Siapakah yang lemah lembut?   Bagaimana kita memaknai ‘lemah lembut’ dalam Sabda Bahagia ini? 

Pemahaman
Ayat 5: Apa makna orang yang lemah lembut akan memiliki bumi?
Ayat 6: Apa artinya lapar dan haus akan kebenaran?
Ayat 7: Bagaimana kita bermurah hati agar beroleh kemurahan?
Ayat 8: Apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan orang yang suci hatinya?

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering terjebak pada anggapan umum bahwa lemah lembut identik dengan penampilan yang sopan dan tutur kata yang halus.  Kita hanya menilai dari penampilan luar saja.  Namun tidak demikian yang dimaksud Tuhan Yesus, ay.5 “Berbahagialah mereka yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi”.  Tuhan Yesus ingin ajarkan HATI yang lemah lembut BUKAN PENAMPILAN yang lemah lembut.

Hati yang lemah lembut adalah hati yang memiliki kepedulian terhadap sesama.  Inilah yang dimaksud Tuhan Yesus bahwa mereka yang lemah lembut akan memiliki bumi.

Setelah memiliki hati yang lemah lembut, Tuhan Yesus mengajarkan untuk merasa lapar dan haus akan kebenaran, agar kita bisa dipuaskan (ay.6).  Kebenaran hanya ada pada firman-Nya.  Dia ingin mengikatkan kita akan makanan rohani untuk jiwa.  Saat memiliki hati yang lemah lembut, dan jiwa dipuaskan firman-Nya, maka kita akan menjadi orang yang murah hati (ay.7).  Yaitu kesediaan hati dan tangan yang siap menolong siapa saja tanpa pamrih. 

Yesus memahami keadaan dan keterbatasan kita, itulah sebabnya Tuhan tidak lupa mengingatkan untuk menjadi orang yang suci hati agar kita bisa melihat Allah (ay.8).  Menjadi orang yang suci hati, tidak sama dengan menjadi orang suci.  Orang yang suci hati adalah mereka yang bisa memandang segala situasi dan kejadian dengan pikiran yang positif.  Segala sikap dan perbuatannya dilandasi kerelaan dan kasih Allah, sehingga melihat Allah dalam hidupnya.

Refleksi
Mari merenungkan: apakah kita sudah memiliki hati yang lemah lembut dan peduli kepada sesama?  Apakah kita mau menjaga kesucian hati, sehingga tidak penuh curiga kepada sesama?

Tekadku
Tuhan Yesus aku ingin menjadi orang berbahagia karena dipuaskan oleh kebenaran dan kemurahan-Mu.  Tolonglah aku selalu melihat Engkau dalam hidupku sehari-hari.

Tindakanku
Hari ini akan kuajak salah satu keluargaku untuk belajar memiliki hati yang lemah lembut bukan hanya penampilan yang lemah lembut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«