suplemenGKI.com

Sabtu, 1 April 2017

31/03/2017

RESPON YANG MEMULIAKAN ALLAH

Yohanes 11:1-16

 

Pengantar
Ketika mendengar kisah Lazarus yang sakit dan kemudian mati. Mari kita mencoba membayangkan menjadi orang yang sangat mengasihi Lazarus dan yang menerima kabar demikian, pasti kita akan berangkat saat itu juga untuk mencari Tuhan Yesus. Entah itu karena kasih kita kepadanya, kewajiban social atau dengan alasan yang lainnya. Ketika kita mendengar berita itu, pasti kita akan merespon situasi itu dengan cepat dan sikap yang emosional. Bagaimanakah dengan kisah Lazarus yang sesungguhnya?

Pemahaman

  • Ayat1-6          : Tuhan Yesus mengasihi Marta, Maria dan Lazarus. Namun demikian, mengapa Tuhan Yesus sengaja menunda kedatangan-Nya ke Betania?
  • Ayat7-16        : Bagaimanakah respon Marta dan murid Yesus ketika mendengar kabar tentang Lazarus?

Marta benar-benar menunggu dan mengharap kedatangan Kristus. Perkataan Marta terhadap Kristus yang Pertama, ia mengeluhkan lamanya ketidakhadiran Kristus dan kedatangan-Nya yang tertunda. Dia mengatakan hal itu bukan saja dengan kepedihan karena kematian kakaknya, tetapi juga menyiratkan sedikit sakit hati karena tindakan Guru yang kelihatannya tidak baik itu: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati” (ayat 21). Di sini terdapat gambaran ketidakpercayaannya. Kedua, Marta kemudian meralat dan menghibur dirinya sendiri dengan memikirkan kebaikan yang Kristus sediakan di sorga. Setidaknya, kini dia menyalahkan dirinya sendiri karena tadi telah mempersalahkan Gurunya dan menyiratkan bahwa kedatangan-Nya itu sudah terlambat: Tetapi sekarang pun aku tahu, Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.Betapa berserahnya pengharapannya itu. Meski ia tidak punya keberanian untuk meminta Yesus membangkitkan Lazarus. Sebab pada waktu itu belum pernah ada orang yang telah lama mati dibangkitkan lagi, namun, layaknya seorang pemohon yang rendah hati, Marta bersedia menaruh perkara tersebut dalam kehendak Tuhan Yesus.

Respon beberapa murid Yesus juga beragam: ada yang tidak paham (ayat 12), ada yang mengingatkan ancaman dari orang Yahudi (ayat 8), ada juga yang mencoba bersikap berani walaupun naif (ayat 16). Semua respon ini didasarkan pada refleksi atau pemahaman pribadi mereka. Namun Yesus menunggu selama duahari untuk pergi ke Yudea, justru karena peringatan ancaman orang Yahudi.TindakanYesus ini mempunyai alas an dan tujuan tersendiri yaitu supaya kemuliaan Allah dinyatakan (ayat 4, 13-15). Dalam bagian ini kita belajar untuk membedakan respon yang didasari oleh penilaian diri sendiri dan respon akan rencana kasih Kristus untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Refleksi
Kita dipanggil untuk mencari dan menggumuli bagaimana Tuhan berkarya demi kemuliaan-Nya dalam situasi yang kita hadapi saat ini dan bagaimana kita meresponi karya Tuhan itu dengan tepat dan layak.

Tekadku
YaTuhan berikan saya hikmat untuk bisa memberikan respon yang tepat dalam menjalankan karya-Mu, supaya saya bisa mengerti rencana-Mu.

Tindakanku
Menghadapi segala sesuatu dengan tenang dan berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan memberikan hikmat agar saya bisa memberikan respon yang benar terhadap rencana Allah dalam hidup saya untuk menyatakan kemuliaannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«