suplemenGKI.com
Dalam Penantian

Dalam Penantian

Matius 25:1-9

Penantian Panjang Yang Sia-Sia

            Seandainya saudara adalah orang yang biasa melakukan tugas atau pekerjaan menunggu kedatangan seseorang atau menunggu karena giliran jaga, tentu bisa mengalami kebosanan, kejenuhan dan ngantuk. Kecuali jika yang saudara tunggu itu akan datang dengan kepastian yang jelas itu sedikit menolong anda untuk bertahan di sana. Tetapi jika yang ditunggu tidak jelas kapan datangnya, saya dapat pastikan bahwa anda akan segera pergi dari tempat itu. Atau jika anda adalah tipe orang yang cukup mampu untuk bertahan dalam masa penantian yang panjang, maka anda akan mempersiapkan diri sedemikian rupa supaya anda tidak akan mudah bosan, jenuh atau ngantuk. Seorang teman saya dia bekerja sebagai penjaga gerbang di sebuah perusahaan yang tidak terlalu ramai dikunjungi orang, kendaraan keluar masuk biasanya hanya terjadi pada Pk. 08.00-09.00 dan  pk. 18.00-19.00. selepas itu keadaan menjadi sepi. Kondisi itu sukup menggoda dia untuk bisa bosan, jenuh dan ngantuk. Tetapi rupanya dia mempunyai strategi sendiri untuk mengatasinya, yaitu dengan berkebun di sekitar halaman pabrik. Itulah yang membuatnya tetap bertahan sampai puluhan tahun menjaga gerbang pabrik tersebut. Hari ini kita diperhadapkan dengan sebuah fakta yang bisa terjadi di saat sedang menunggu. 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Pengajaran penting apa  yang hendak Yesus sampaikan dalam perumpamaan Matius 25:1-13 ini?
  2. Dua macam sikap dalam masa penantian yang dimunculkan, apa makna masing-masing sikap itu?
  3. Bagaimana sikap anda dalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus Ke dua kalinya?

 Renungan:

            Kehebatan Yesus dalam menyampaikan suatu pengajaran memang selalu merupakan suatu keajaiban. Karena Dia selalu memakai peristiwa yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Dalam bagian ini Yesus memakai peristiwa pernikahan. Masyarakat Yahudi ada dua tahap dalam upacara pernikahan, Pertama: Mempelai laki-laki akan berangkat ke rumah mempelai perempuan dan membawanya untuk melakukan berbagai upacara keagamaan (pemberkatan nikah) Ke dua: Mempelai laki-laki akan membawa mempelai perempuan ke rumahnya untuk melanjutkan perayaan pernikahan mereka (Resepsi) Biasanya bagian ke dua inilah yang sangat dinantikan oleh pengiring ke dua mempelai. Pada tahap pertama, biasanya tidak terlalu melibatkan banyak mengiring, sehingga mereka tidak perlu ikut ke upacara tersebut, mereka baru akan sangat dibutuhkan adalah ketika perayaan di rumah ke dua mempelai. Biasanya para pengiring adalah gadis-gadis pilihan dengan kriteria cantik, menarik dan bisa menari. Di sana juga akan datang banyak pemuda-pemuda ganteng, maka tidak heran untuk menjadi mengiring adalah sebuah kesempatan emas bagi para gadis untuk mempromosi atau memperkenalkan diri kepada para pemuda yang hadir.
            Ada banyak persyaratan untuk menjadi mengiring pengantin, selain harus cantik, menarik dan bisa menari juga ada syarat-syarat yang bersifat tradisi, yaitu membawa pelita lengkap dengan minyaknya. Bukan untuk penerangan tetapi salah satu sarana menari, karena jika pasangan pengantin adalah orang terpandang dan kaya, maka acara pestanya bisa semalam suntuk. Saking asyik mempersiapkan diri secara fisik, maka dari sepuluh gadis yang dipersiapkan lima diantaranya lupa menyediakan persiapan minyak yang cukup. Sayang sekali bagi kelima gadis yang terlalu fokus fisik dan kecantikan akhirnya tidak bisa masuk karena kehabisan minyak. Sedang lima gadis lain diperkenankan masuk karena dianggap layak.
            Saudara, tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa kita sebagai gereja atau orang percaya semua dipersiapkan untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki yaitu Yesus Kristus yang akan datang ke dua kalinya. Berbagai kegiatan keagamaan, pelayanan kesaksian, boleh kita lakukan tetapi jangan lupa bahwa diri kita juga harus berkonsenterasi untuk mempersiapkan diri sendiri secara bathin dalam menyambut kedatangan Anak Manusia itu, dengan cara terus mengisi diri dengan firmanNya yang hidup sehingga kita tidak menjadi kering dan jenuh serta bosan dalam menantikan kedatanganNya dengan demikian penantian panjang kita tidak akan sia-sia. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*