suplemenGKI.com

Sabtu, 02 Juni 2018

01/06/2018

HATI YANG BERBELAS-KASIH

Markus 3:1-6

 

Pengantar
                Pernahkah saudara merasa tidak nyaman di suatu tempat kerja atau usaha, karena ada orang-orang yang tidak menyukai saudara. Rasa-rasanya dia/mereka mencari-cari kesalahan saudara, bahkan dia/mereka berharap saudara tidak bekerja di sana lagi. Keadaan yang demikian tentunya membuat saudara tidak nyaman untuk dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Apa saja yang saudara perbuat bisa selalu salah dimata mereka. Bacaan kita hari ini, memperhatikan situasi yang demikian, ketika Yesus melayani di dunia ini.

Pemahaman

Ay 1, Apa yang Yesus lakukan di tempat ibadah tersebut?

Ay 2 -3, Apa yang orang-orang Farisi lakukan terhadap Yesus?

Ay 4, Apa yang Yesus katakan kepada mereka yang sedang mencari-cari kesalahan Yesus?

Ay 5, Apa yang Yesus lakukan pada orang yang mati sebelah tangannya?

Seperti biasanya Yesus selalu mengajar di tempat-tempat ibadat, dan banyak orang yang mendengarkannya, banyak yang takjub mendengar pengajaran Yesus. Namun dilain pihak, banyak orang Farisi yang ingin mencari kesalahan dari pengajaran Yesus.

Pada waktu sedang mengajar Yesus melihat ada orang yang mati sebelah tangannya dan menyuruh ia untuk berdiri, maka berdirilah orang itu. Yesus langsung memberikan pengajaran yang berkaitan dengan hari Sabat, kataNya:”Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan orang atau membunuh orang?” Untuk pertanyaan yang ini saja, orang-orang Farisi dan pengikutnya tidak bisa menjawab, mereka semua menjadi diam.

Yesus sangat sedih sekali melihat kebebalan hati mereka, yang mereka cari hanya kesalahan Yesus saja, mereka tidak bisa melihat kemuliaan Allah sedang dikerjakan melalui Yesus. Lalu Yesus menyuruh orang yang mati sebelah tangannya untuk mengulurkan tangannya dan saat itu juga tangannya menjadi sembuh.

Yesus tahu bahwa hari itu adalah hari Sabat, Yesus ingin menunjukkan kepada orang banyak termasuk orang-orang Farisi bahwa hari Sabat dapat digunakan untuk menolong sesama manusia. Yesus menunjukkan hati yang berbelas kasih kepada sesama yang menderita dan yang perlu pembebasan.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: Apakah saudara melihat sesama saudara dengan belas kasih atau dengan kebencian? Apakah saudara senang melihat kebaikan orang atau kesalahan orang lain?

Tekadku
Ya Tuhan, Ampunilah kami, sering kali kami mudah iri dengan orang lain dan akhirnya mencari-cari kesalahan orang lain. Berilah kesempatan bagi kami untuk mudah menerima kebaikan orang lain dan tidak berprasangka yang buruk kepadanya?

Tindakanku
Hari ini memiliki hati yang berbelas kasih melihat orang lain, terutama yang memerlukan bantuan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«