suplemenGKI.com

Selasa, 12 Mei 2015

Kisah Para Rasul 1:21-26

Pengantar

Setiap hari kita harus memilih dan mengambil keputusan. Terkadang dengan mudah kita mengambil keputusan tapi juga acap kali tidaklah terlalu mudah. Apakah yang Saudara lakukan ketika hendak mengambil keputusan?  Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 21-22 : Mengapa para murid  perlu mencari pengganti Yudas ?
  • Ayat 23       : Siapakah yang diusulkan sebagai pengganti Yudas?
  • Ayat 24-26 : Bagaimana cara mereka memilih pengganti Yudas? Apakah yang mereka lakukan sebelum menentukan pilihan?

Para rasul mempertahankan jumlah rasul tetap utuh dua belas sebagaimana pertama kali TUHAN YESUS memilih para murid-Nya. Angka dua belas penting bagi umat Yahudi karena mereka sendiri terdiri dari dua belas suku. TUHAN YESUS telah menubuatkan kedua belas rasul pilihan-Nya bahwa mereka akan memimpin umat bersama TUHAN YESUS dalam kemuliaan-Nya kelak (Mat. 19:28). Ini senada dengan kutipan Mazmur oleh Petrus bahwa musuh TUHAN harus dimusnahkan (Mzm. 69:26), dan jabatannya harus digantikan (Mzm. 109:8). Agar kekristenan diterima dan diakui orang Yahudi maka dua belas rasul merupakan pasangan yang tepat dengan dua belas suku Israel.

Oleh karena itulah harus dicari pengganti Yudas Iskariot. Tempat Yudas digantikan bukan karena dia telah mati, tetapi karena dia telah meninggalkan mereka. Mereka mengawali proses penentuan pilihan dengan berdoa, memohon petunjuk TUHAN, mencari kehendak-Nya. Mereka yakin TUHAN sendirilah yang akan memilih pengganti Yudas. Proses pemilihannya pun dimulai dengan doa penyerahan kepada ALLAH dan melalui undi ala urim dan tumim (ayat 24-26). “Membuang undi” adalah peraturan yang sangat dihormati di Israel purba dan cara yang lazim digunakan untuk memastikan apa kehendak ALLAH (bdk. Amsal 16:33).

Dari hasil membuang undi itu, pilihan jatuh kepada Matias. Matias dipilih karena kehendak ALLAH. Alkitab tidak menceritakan secara rinci tentang latar belakang kehidupan Matias. Namun, bila dia terpilih sebagai murid-Nya dipastikan bahwa Matias adalah seorang yang setia mengikuti ajaran YESUS dan telah mengalami karya kematian dan kebangkitan KRISTUS dalam hidupnya sehingga siap sebagai saksi KRISTUS. Bila kita menyerahkan segala perkara sepenuhnya kepada TUHAN, maka Ia sendiri yang akan memimpin kita untuk mengerti kehendak-Nya.

Refleksi:

Dalam keheningan, pandanglah gambar TUHAN YESUS. Renungkanlah, ketika harus mengambil keputusan, wajah dan suara siapakah yang Saudara pandang dan dengarkan: wajah dan suara  diri sendiri, orang lain ataukah TUHAN?

Tekadku

Ya TUHAN, ajarlah aku untuk mengawali setiap keputusan yang kuambil dengan meminta hikmat petunjuk-Mu terlebih dahulu.

Tindakanku.

Setiap pagi aku akan meluangkan waktu untuk selalu berdiam diri, mendengar SANG FIRMAN yang memberi inspirasi. Aku akan selalu membuka diri pada tuntunan kehendak ROH SUCI agar di sepanjang hari mampu mengambil keputusan yang sesuai  dengan kehendak TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*