suplemenGKI.com

Kamis, 5 Juni 2014

I Korintus 12:4-11

Pengantar
Jemaat Korintus adalah jemaat yang sarat dengan karunia-karunia istimewa dari TUHAN. Mereka menyadari hal itu, tetapi rupanya mereka lebih memperhatikan kekayaan karunia Roh yang mereka miliki ketimbang memperhatikan ALLAH, Sang Pemberi.Mereka tidak ingin mencari tahu maksud ALLAH memberikan karunia-karunia itu kepada mereka.Sebab yang penting bagi mereka adalah bagaimana karunia-karunia tersebut memenuhi segala kepentingan mereka dan memberi kepuasan. Bagaimanakah sikap Rasul Paulus melihat hal ini

Pemahaman
• Ayat 4-6 : Apakah yang hendak ditegaskan oleh Rasul Paulus dengan menyebut ada rupa-rupa karunia, rupa-rupa pelayanan dan berbagai-bagai perbuatan ajaib?
• Ayat 7-11 : Untuk apakah ALLAH memberikan rupa-rupa karunia Roh untuk umat-Nya?

Beberapa orang di jemaat Korintus yang memperoleh karunia-karunia spesifik dari TUHAN rupanya menjadi bangga diri dan tinggi hati. Sikap mereka yang merasa diri lebih hebat dari sesama anggota jemaat mengganggu persekutuan jemaat Korintus.Mereka memperlihatkan kepada jemaat kehebatan dan kekuasaan untuk melakukan hal-hal yang istimewa, seperti berkata-kata dengan hikmat dan memiliki pengetahuan (ayat 8), karunia penyembuhan (ayat 9), karunia membuat mukjizat, bernubuat, berkata dalam bahasa roh, dan menafsirkannya (ayat 10). Kebanggaan ini membuat mereka merasa istimewa di mata TUHAN sehingga tidak lagi merasa setara dengan anggota jemaat lainnya. Rasul Paulus mengecam dan mengatakan bahwa: pertama, yang berkarya melalui perkara-perkara istimewa yang manusia lakukan adalah TUHAN (ayat 6,11). Manusia hanyalah alat yang TUHAN pakai. Kedua, melalui perkara-perkara itu, TUHAN ingin menyatakan ‘pelayanan-Nya’ yang membangun kehidupan iman jemaat (ayat 5), bukan demi kemuliaan dan kepuasan manusia.

Refleksi
Karunia Roh apakah yang Anda miliki? Apakah Anda bangga memiliki karunia itu? Dengan karunia Roh itu apakah Anda merasa lebih baik daripada orang lain? Sudahkah Anda memakai karunia itu untuk melayani TUHAN?

Tekadku:
TUHAN, aku mau mempersembahkan karunia anugerah-Mu untuk melayani dan memuliakan Engkau, bukannya memuliakan diriku sendiri.

Tindakanku:
Aku akan melayani TUHAN dengan sepenuh hati apa pun karunia Roh yang ku miliki dan aku pun akan selalu menghargai karunia Roh orang lain. Aku akan menggunakan karunia Roh anugerah TUHAN untuk membangun gereja-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*