suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 4:16-21

Di kota Nazaret, di tempat dimana Tuhan Yesus dibesarkan, Tuhan Yesus berani mengatakan bahwa diri-Nya adalah Mesias. Padahal semua orang tahu tentang diri-Nya yaitu anak Yusuf si tukang kayu. Dan dengan berani pula Dia mengatakan bahwa kedatangan-Nya ke dunia sebagai Mesias untuk memberitakan kabar baik bagi orang miskin, membebaskan mereka yang tertindas dan menyembuhkan mereka yang sakit. Inilah kebenaran yang harus diketahui semua orang.
Keberanian Tuhan Yesus mengatakan demikian karena Dia mengenal dengan baik identitas diri-Nya dan menyadari bahwa Roh Tuhan yang memampukan-Nya untuk berani mengatakannya dan berkarya bagi manusia.
Apakah kita juga sudah mengenal diri kita dengan baik? Apakah kita menyadari identititas diri kita sebagai pewarta kebenaran? Dan berani mengakui bahwa kita adalah pengikut KRISTUS?
Ketika kita dengan berani mengakui bahwa kita adalah orang KRISTEN yaitu pengikut KRISTUS.Kini kita dipanggil untuk berani mengungkapkan kebenaran dan kasih Kristus kepada siapapun, di lingkungan keluarga, terhadap rekan sekerja, dan bagi masyarakat di sekitar kita.
Kebenaran yang harus kita saksikan adalah menceritakan kisah hidup kita, bagaimana kasih dan kuasa Tuhan memberikan kekuatan, pengharapan dan sukacita dalam menjalani kehidupan yang teramat berat ini. Keberanian kita menyaksikan kasih Kristus dan kebenaran-Nya kepada orang lain setiap hari, berdampak positif bagi pertumbuhan iman kita yaitu kita akan bertumbuh ke arah menjadi serupa dengan Kristus.
Sekarang saatnya bagi kita untuk membuktikan iman kepercayaan kita dengan berani mengisahkan pengalaman hidup kita bersama Kristus kepada banyak orang. Kita bersaksi tentang penyertaan-Nya dan kasih-Nya agar orang percaya bahwa mereka juga dapat mengalami cinta kasih Allah Bapa dalam kehidupannya dalam berbagai keadaan.
Mari.. dengan teguh berpegang pada Roh, kebenaran dan kasih Tuhan, kita mengambil sikap berani untuk meneladani Sang Mesias yaitu terpanggil bagi setiap orang misalnya tidak mendiamkan jika melihat ada orang lain melakukan perbuatan yang salah. Cobalah untuk menegur dan menasehatinya dengan kasih agar mereka kembali melakukan kebenaran dalam hidupnya. Jadilah sahabat agar dapat melenyapkan segala ketakutan, kesesakan, kecemasan dan kekhawatiran yang dirasakan orang lain. Peka terhadap keadaan sekitar kita, terhadap kebutuhan orang lain dan melihat peluang di mana kita bisa menjadi saluran kasih Tuhan. Inilah kebenaran yang sesungguhnya yang harus kita katakan dan lakukan.

(SR)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*