suplemenGKI.com

Kamis, 29 September 2011

Filipi 3: 10-11

Sepasang kekasih, Yanu dan Yani adalah 2 orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka. Sebelum mengiyakan perjodohan itu, Yanu sungguh ingin mengenal Yani terlebih dahulu. Yanu tidak ingin mengenal Yani dari cerita orang lain. Oleh karena itu Yanu sungguh ingin mengenal Yani secara pribadi. Untuk itu ia meninggalkan kotanya dan pindah ke kota Yani. Ia bekerja di tempat Yani bekerja. Kemudian ia berteman dekat dengan Yani. Ia pun memasuki dunia hobby Yani. Akhirnya mereka saling mengenal dalam pengenalan yang intim.

Pendalaman teks Alkitab

1. Apakah yang diinginkan Paulus dalam kehidupannya?
2. Apakah yang Saudara inginkan dalam hidup ini?
3. Apakah Saudara memiliki pengenalan yang intim dengan TUHAN YESUS?

Renungan

Bacaan ini memberikan penjelasan tentang keinginan Paulus yaitu mengenal KRISTUS dan kuasa kebangkitan-Nya serta mengalami persekutuan dalam penderitaannya. Bagi Paulus, mengenal KRISTUS adalah nilai yang tiada terbandingi. Apakah artinya?

Dalam ayat ini kata mengenal berasal dari kata kerja ginoskein yang menunjuk pada pengalaman pribadi mengenai orang lain. Yang dimaksud adalah pengenalan yang paling intim. Rasul Paulus memiliki keinginan bukan hanya memiliki pengetahuan yang banyak tentang KRISTUS tapi mengenal KRISTUS secara pribadi dan mengenal kuasa kebangkitan-Nya.

Bagi Paulus, kebangkitan merupakan suatu kuasa dinamis yang bekerja dalam hidup setiap orang Kristen. Paling tidak ada tiga hal penting yang ingin Paulus tekankan dalam memahami kuasa kebangkitan KRISTUS yaitu:
a. Kuasa kebangkitan memberikan jaminan bagi pentingnya hidup dan tubuh yang kita hidupi ini.
b. Kuasa kebangkitan adalah jaminan bagi hidup yang akan datang. Sebab IA hidup maka kita pun hidup.
c. Kuasa kebangkitan memberikan jaminan bahwa dalam hidup, dalam mati dan sesudah kematian, kehadiran KRISTUS yang bangkit selalu menyertai kita.

Dengan demikian kebangkitan KRISTUS adalah jaminan bahwa hidup menjadi berarti untuk dijalani dan bahwa tubuh jasmaniah kudus adanya serta kematian bukanlah akhir dari kehidupan; masih ada dunia di seberang kematian. Tak ada kuasa apapun dalam hidup maupun mati yang dapat memisahkan kita dari KRISTUS. Oleh karena itu orang Kristen tak perlu takut menderita dan mati.

Bagi Paulus ketika ada orang Kristen yang menderita maka sesungguhnya ia ikut menanggung penderitaan KRISTUS dan bahkan mengisi penderitaan itu. Menderita demi iman bukanlah hukuman melainkan hak istimewa sebab dengan demikian kita mengambil bagian dalam pekerjaan KRISTUS; kita dipersekutukan dengan penderitaan KRISTUS. Orang yang dipersekutukan dengan KRISTUS makin hari makin dekat dalam mengambil bagian dalam kematian-Nya sehingga pada akhirnya mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya.

Mengenal KRISTUS berarti mengambil bagian dalam hidup yang IA jalani, ikut menanggung salib yang dipikulnya, ikut mengalami kematian yang dimasuki-Nya dan ikut menerima kehidupan yang dimasuki-Nya selama-lamanya. Mengenal KRISTUS bukan berarti punya segudang pengetahuan teoritis dan teologis melainkan mengenal DIA dengan intim sehingga pada akhirnya kita bersekutu dengan-Nya seperti kita bersekutu dengan mereka yang kita kasihi di bumi dan sama seperti kita mengambil bagian dalam pengalaman mereka maka kita pun mengambil bagian dalam pengalaman-Nya.

Apakah Saudara rindu keluarga Saudara mengenal KRISTUS dalam pengenalan pribadi yang intim? Bersama keluarga, setialah bersekutu dengan KRISTUS dimana pun. Hadapilah setiap tantangan dan kesulitan iman sebagai bagian dari persekutuan dengan KRISTUS.

Mengenal KRISTUS berarti berjalan bersama KRISTUS dan hidup dekat dengan-Nya dimana pun dan kapanpun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*