suplemenGKI.com

Senin, 19 April 2010; Kisah Para Rasul 9:32-43

Kitab Kisah Para Rasul adalah kitab yang menceritakan pemberitaan Injil pada masa awal kekristenan. Pola penyebaran Injil yang terjadi dapat dilihat di pasal 1:8, dari Yerusalem meluas ke Yudea, kemudian bergerak ke Samaria, terus sampai ke ujung bumi. Kisah penyebaran Injil di Yerusalem dan Yudea tercatat di pasal 2 sampai dengan 7. Sedangkan penyebaran Injil di Samaria tercatat di pasal 8, dan mulai pasal 9, penyebaran Injil sudah mulai merambah ke ujung bumi.

- Menurut Saudara, apa maksud tanda-tanda dan mujizat-mujizat ini? (ay. 35, 41-42; bnd 2:22,43; 4:30; 5:12-14)

- Mengapa Tabita dibangkitkan sedangkan Stefanus “dibiarkan” mati, sekalipun Petrus juga hadir pada peristiwa itu (8:2)? Bagaimana perenungan atas hal ini membantu Saudara memahami rencana Allah?

- Penyembuhan seperti apakah yang pernah Saudara alami? Bagaimana penyembuhan itu berdampak terhadap sesama?

Renungan:

Langkah pertama itu seringkali terasa berat. Namun ketika langkah itu tidak diambil, maka perubahan pun tidak terjadi. Rasul Petrus sebagai seorang Yahudi tidaklah biasa untuk berinteraksi dengan orang non Yahudi. Sikap superioritas ini dapat menjadi penghambat pemberitaan Injil. Namun melalui bacaan hari ini kita dapat melihat bagaimana Allah menolong Petrus mendobrak pola pikir yang salah tersebut.

Allah memberikan pengalaman-pengalaman yang mirip kepada Petrus. Allah mempertemukan Petrus dengan Eneas yang lumpuh, sama seperti Dia mempertemukan Petrus dengan pengemis lumpuh di Bait Allah. Petrus mendapatkan pengalaman yang luar biasa sebelum kemudian dia dipanggil untuk hal yang lebih lagi yaitu membangkitkan Dorkas.

Tindakan membangkitkan Tabita ini nampaknya sangat kontras dengan tindakan Petrus yang seakan-akan tidak berbuat apa-apa ketika Stefanus mati dirajam batu. Mengapa ada tindakan yang berbeda? Hal semacam ini yang kerap kali ditanyakan orang. Mengapa orang lain disembuhkan sedangkan aku tidak? Mengapa orang lain lebih diberkati dibandingkan aku? Apa yang melatar-belakangi semuanya itu? Seringkali kita lupa bahwa di balik setiap peristiwa, ada rencana Allah yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu membawa orang untuk memuliakan Allah. Stefanus berbeda dengan Tabita. Stefanus mati sedangkan Tabita dihidupkan. Tapi akibat dari semuanya itu sama, nama Tuhan dipermuliakan. Melalui kematian Stefanus orang-orang Kristen kemudian terserak dan memberitakan Injil sampai ke luar Yerusalem. Demikian pula melalui kebangkitan Tabita kemuliaan Tuhan tersiar sehingga banyak orang menjadi percaya (ay. 42). Mari kita fokus pada rencana Allah – bukan pada fenomena yang ada  – dalam hidup kita, amin.

”Allah punya rencana yang berbeda dalam segala perkara

Tapi semua bagi kemuliaan nama-Nya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*