suplemenGKI.com
living in harmony - rekonsiliasi dan hidup rukun - gki ressud  (Kejadian 45:1-15 & Mazmur 133) Rekonsiliasi: Sebuah tindakkan memulihkan hubungan atau perdamaian antara dua pihak yang pernah bertikai, secara sadar dan tulus agar hubungan kembali pada keadaan semula (KBBI)  Ada sebuah pertikaian antara dua desa (desa A dan desa B) Kedua desa ini terletak berseberangan dibatasi oleh sebuah sungai yang bernama sungai sebangkau. Sungai tersebut awalnya menjadi pemersatu antara dua desa itu, karena sama-sama hidup dari air sungai itu. 

Suatu ketika desa A menamai desanya sesuai dengan nama sungai itu, tetapi desa B tidak setuju dan menentang tindakkan desa A. Sebab sungai itu bukan hanya menjadi milik desa A tetapi juga desa B. Perselisihan kedua desa kian memanas, maka terjadilah perang.              Setelah sekian lama perang, ternyata tidak ada untungnya malah menimbulkan banyak kerugian, keduanya bersepakat untuk tidak perlu saling mempertahankan sikap yang tidak benar. Mereka duduk bersama untuk mencari penyelesaian terbaik agar keadaan menjadi nyaman, damai dan tentram seperti sebelum perang. Dibuatlah kesepakatan bahwa kedua desa itu boleh memakai nama sungai itu untuk desanya masing-masing, yaitu desa sebangkau A dan desa sebangkau B. Sejak saat itu terjadi pemulihan perdamaian antara dua desa tersebut seperti keadaan semula – itulah rekonsiliasi.             Kejadian 45:1-15, adalah sebuah proses rekonsiliasi antara Yusuf dan saudara-saudaranya. Prosesnya tidak sederhana, Yusuf begitu sulit dan mungkin juga menderita untuk melupakan rasa sakit hati dan kecewa terhadap tindakkan saudara-saudaranya beberapa tahun lalu terhadap dirinya. Namun singkat cerita Yusuf pada akhirnya dapat berdamai dan menerima kembali saudara-2nya seperti semula, bahkan menjadi pemelihara bagi keluarganya.            Apa yang menyebabkan Yusuf berhasil melakukan rekonsiliasi dengan saudara-2nya?  (1) Yusuf menilai apapun yang terjadi dalam dirinya itu adalah rencana Allah (Kej 45:7-8) (2) Yusuf lebih mengutamakan untuk mengampuni saudara-nya dari pada dendam. Dendam bagi Yusuf bukan sebuah keuntungan tetapi kerugian (44:1-17) Yusuf mencoba untuk melampiaskan sakit hatinya, tetapi justru membuat dia menderita tidak damai sejahtera. Maka Yusuf lebih memilih untuk mengampuni saudara-nya (45:14-15)             Mazmur 133, menegaskan berkat-berkat Tuhan akan turun atas setiap orang yang hidup dengan rukun satu sama lain. Baik dalam keluarga, bergereja atau di pekerjaan jika kita mengutamakan saling mengampuni dan hidup rukun, apa yang terjadi dalam hidup kita adalah rencana Tuhan yang baik buat kita maka tidak ada dendam, benci dan permusuhan, yang ada adalah kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan.

            Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara pernah mengalami peristiwa pahit, menyakitkan dan menderita oleh perbuatan, sikap dan perkataan orang lain? Jangan dendam kepada mereka tetapi ampunilah mereka, karena andapun telah diampuni oleh Tuhan Yesus. Yakinlah anda akan hidup damai dan sejahtera. Amin.                                                    (ytp)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*