suplemenGKI.com

Bacaan: Kis. 9:1-20, Maz. 30:2-13, Wah. 5:11-14, Yoh. 21:1-19.

Sebagian besar dari kita mengharapkan perjalanan iman yang lancar, terus maju dan bertumbuh, tanpa hambatan. Namun, kenyataanya tidaklah demikian. Jalan hidup orang-orang percaya bukan sebuah jalan lurus, melainkan berliku-liku, melewati banyak tikungan tajam. Bahkan, tidak sedikit orang-orang percaya yang harus melewati jalan yang naik-turun. Lembah yang curam dan tanjakan yang terjal adalah bagian dari rute perjalanan yang harus kita tempuh.
Dinamika iman semacam itu juga dialami oleh Petrus. Seperti kita tahu, pada waktu Yesus ditangkap, Petrus telah menyangkal Yesus dan menolak mengakui Yesus sebagai gurunya (Yoh. 18:12-27). Bagi Petrus, tentu ini merupakan sebuah kegagalan besar. Kegagalan ini adalah lembah kelam dalam masa lalu Petrus. Namun, Petrus bukanlah satu-satunya tokoh Alkitab dengan masa lalu yang kelam. Paulus, sebelum menjadi seorang pemberita Injil yang tangguh, juga memiliki masa lalu yang memalukan. Masa lalu Paulus dihiasi dengan penganiayaan yang kejam terhadap para pengikut Kristus (Kis. 8:3). Selain Petrus dan Paulus, raja Daud pun pernah melewati masa-masa kelam dalam hidupnya. Daud pernah diujung kematian ketika ia harus melarikan diri karena dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh Saul (1 Sam. 19:1-23:28). Daud juga pernah terpuruk dalam penyesalan yang mendalam setelah ia membunuh salah seorang tentaranya sendiri, Uria orang Het, untuk merebut istrinya (2 Sam. 11: 1 dst.).
Kegagalan yang memalukan dan kesukaran yang menguras keringat dan air mata sering kali tidak terhindarkan dan menjadi bagian yang kelam dari perjalanan hidup orang-orang percaya. Namun, Tuhan tidak membiarkan semua itu menjadi akhir perjalanan mereka. Setelah bangkit dari kematian, Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya dan secara khusus melayani Petrus yang sedang terpuruk oleh kegagalannya (Yoh. 21:1-19). Yesus juga menampakkan diri kepada Paulus dan membimbing Paulus hingga bertobat dan mendapatkan kehidupan yang baru sebagai seorang pemberita Injil (Kis. 9:1-20). Demikian pula dengan Daud. Mazmur 30 adalah nyanyian pujian kepada Tuhan yang digubah berdasarkan pengalaman Daud setelah ia melewati masa-masa yang paling sukar di dalam hidupnya. Katanya, “Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita.” (Maz. 30:12). Kasih dan kuasa Allah telah bekerja dalam hidup mereka semua – Daud, Paulus, dan Petrus – dan telah mengubah penyesalan dan ratapan mereka menjadi puji-pujian dan pengakuan iman.
Kasih dan kuasa Allah berlaku bukan hanya bagi tokoh-tokoh besar yang disebutkan di atas, namun juga seluruh umat-Nya. Kuasa Allah, yang telah dinyatakan dalam kebangkitan Yesus Kristus, akan senantiasa menyertai umat tebusan-Nya, mengubah penderitaan mereka menjadi puji-pujian kemenangan (Wah. 5:11-14). Kuasa kebangkitan Kristus juga menyertai seluruh umat tebusan-Nya di masa kini. Gereja dan orang-orang percaya memang masih harus menghadapi masa-masa sukar yang memilukan, atau bahkan mengalami kegagalan yang memalukan. Namun, itu bukan akhir perjalanan umat-Nya. Kuasa kebangkitan Kristus adalah jaminan bagi kebangkitan umat-Nya.
(TW )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*