suplemenGKI.com

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.(Yohanes 15:5).

Perumpamaan tentang pokok anggur bukanlah sesuatu yang asing dalam pemikiran orang Israel. Bahkan dalam Yesaya 5:7a dikatakan: “Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel”. Sayang Tuhan kecewa terhadapnya sehingga mengatakan: “Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?” (Yesaya 5:4b). Syukurlah Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi kita dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita memperoleh hidup melalui Anak-Nya itu (I Yoh 4:9). Kedatangan Kristus ke dalam dunia ini kita pahami sebagai “Israel” yang sejati. Sehingga tepatlah jika Tuhan Yesus berkata “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya” (Yoh 15:1).

Sang Pengusaha kebun anggur akan memotong setiap ranting yang tak berbuah (Yoh 15:2a), yaitu ranting yang tidak tinggal di pokok anggur, sehingga menjadi kering. Ranting-ranting ini kemudian dikumpulkan lalu dicampakkan ke dalam api dan dibakar (Yoh 15:6). Inilah gambaran tentang orang-orang yang tidak hidup melekat pada sang pokok anggur yang benar, yaitu Kristus. Namun ranting yang melekat dan berbuah dibersihkanNya dengan firman (Yoh 15:3), supaya ia lebih banyak berbuah (Yoh 15:2). Proses pembersihan ini memerlukan kerelaan dan ketaatan dari orang yang mengalaminya. Dan hasilnya ketika firman itu tinggal di dalam orang yang digambarkan sebagai ranting yang melekat pada pokok anggur dan yang telah dibersihkan, maka ia akan menerima apa yang dimintanya (Yoh 15:7).

Ibarat diberi cek untuk diisi sendiri, orang yang telah di”murni”kan seperti ini, tak akan mengisinya sekedar untuk memuaskan dirinya sendiri. Kerinduannya adalah agar dapat berbuah banyak, yakni dimampukan oleh Allah Bapa untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri. Dalam hal inilah Allah Bapa akan dipermuliakan (Yoh 15:8). Itulah yang terjadi pada Filipus (Kisah Para Rasul 8:26-40). Dari hati orang seperti Filipus akan muncul kepekaan akan suara Tuhan, kesiapan melaksanakan perintahNya dan kemampuan mengasihi sesama dengan aliran kasih yang berasal dari Sang Pokok Anggur yang benar. Kasih seperti inilah kasih sejati yang mampu mengubah atau mentransformasi hidup seseorang, seperti yang dialami oleh seorang pembesar dari kerajaan Etiopia ketika menerima aliran kasih Tuhan melalui Filipus. Maukah kita berbuah banyak bagiNya? Rindukah kita melihat hidup orang banyak diubahkan melalui pengenalan dan iman kepadaNya?

A.T.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»