suplemenGKI.com

Rabu,4 Januari 2017

03/01/2017

Yesaya 42:18-25

BELAJAR DARI KESALAHAN

PENGANTAR

Selama dua hari berturut-turut, melalui dua perikop sebelumnya, kita telah melihat bagaimana TUHAN yang penuh kuasa dan setia selalu menggenapi janji-Nya untuk memulihkan umat-Nya.Kita bisa bersandar sepenuhnya kepada-Nya dan menantikan pertolongan-Nya.Bahkan, meskipun kita menderita karena kesalahan kita sendiri, TUHAN tidak akan meninggalkan kita. Tentu saja, kita patut bersyukur untuk itu. Namun demikian, ada satu tanggung jawab penting yang harus kita lakukan, yaitu belajar dari kesalahan kita. Jika kita dapat belajar dari kesalahan kita, maka penderitaan yang kita alami akan semakin mendewasakan iman kita.

PEMAHAMAN

Ay.18-22    Mengapa umat Israel disebut sebagai orang-orang yang buta dan tuli? (ay. 20, lihat juga Yes. 6:10). Bagaimana sikap mereka terhadap firman TUHAN? Apa akibatnya bagi mereka? (ay. 22; bandingkan dengan Ul. 28:15, 49-53).

Ay. 23-25   Apa yang Tuhan harapkan dari mereka? (ay. 23). Apa sifat/ karakter TUHAN yang Anda lihat di sini? (ay. 24-25, lihat juga Yes. 43:1).

Umat Israel ditegur sebagai orang-orang yang buta dan tuli karena mereka mengabaikan firman TUHAN. TUHAN telah memberikan pengajaran-Nya kepada mereka untuk menyelamatkan mereka (ay. 21), namun mereka tidak memperhatikan apa yang difirmankan-Nya (ay. 20). Apakah mereka tahu risikonya? Tentu saja! Kepada mereka, secara turun-temurun, TUHAN telah memperingatkan bahwa mengabaikan firman TUHAN akan mendatangkan kutuk (Ul. 28:15 dst.). Dan, mereka pun mengalami semua itu (ay. 22).

Dalam keadaan seperti itu, TUHAN berharap bahwa mereka dapat belajar dari kesalahan mereka. TUHAN mengharapkan mereka bersedia membuka telinga mereka untuk mendengarkan firman-Nya. Dengan demikian, mereka masih memiliki pengharapan di masa depan (ay. 23). Di sini kita dapat melihat sikap TUHAN yang tegas dan adil. Dia menghukum umat-Nya yang berbuat salah. Namun, kita juga dapat melihat kasih TUHAN kepada umat-Nya. Meski dihukum, mereka selalu diberi kesempatan untuk bertobat. Bahkan, TUHAN menebus mereka karena mereka adalah milik-Nya.

REFLEKSI

Tidak mudah bagi TUHAN untuk mendidik kita, umat-Nya, terutama pada waktu kita berbuat dosa. Kasih dan keadilan TUHAN harus dinyatakan pada waktu yang sama. Jika kita sungguh-sungguh memahami hal ini, kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bertobat yang TUHAN berikan kepada kita.

TEKADKU

Tuhan, tolonglah aku agar mampu belajar dari kesalahan-kesalahanku di masa lalu agar aku mampu hidup dalam kasih-Mu di masa yang akan datang.

TINDAKANKU

Aku akan berdoa kepada TUHAN untuk menyatakan pertobatanku, mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan kesalahanku, dan tidak lagi mengulanginya di masa yang akan datang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«