suplemenGKI.com

Rabu,19 Oktober 2016

18/10/2016

Yeremia 14:19-22

LANDASAN YANG KOKOH

PENGANTAR
Melalui bacaan dua hari yang lalu (Yer. 14:1-9) kita telah belajar bahwa penderitaan karena dosa dapat meruntuhkan keyakinan kita akan kasih setia Allah. Padahal, ketika kita menjalani penderitaan (termasuk yang terjadi karena dosa kita sendiri) kita justru membutuhkan keyakinan bahwa Allah tetap mengasihi kita. Dalam situasi seperti itu, kalaupun kita belum melihat campur tangan dan pertolongan Allah secara nyata, kita harus tetap memelihara iman kita. Kita perlu ingat bahwa landasan iman kita adalah kasih dan kuasa Allah, bukan kesalehan dan perbuatan kita sendiri.

PEMAHAMAN

Ay.19-20    Mengapa mereka berpikir bahwa Tuhan telah menolak mereka?

Ay. 21          Apa yang menjadi landasan iman mereka untuk tetap memohon pertolongan Tuhan?

Ay. 22          Apa yang mereka ingat tentang Tuhan, jika dibandingkan dengan ilah-ilah lain? Apakah hal ini mempengaruhi hubungan mereka dengan Tuhan?

Mereka berpikir bahwa Tuhan menolak mereka karena apa yang mereka harapkan dari Tuhan tidak mereka terima (ay. 19). Mereka berharap bahwa Tuhan akan memulihkan kesejahteraan negeri mereka –kesembuhan dan damai sejahtera – namun mereka terus-menerus mengalami kekalahan yang mengerikan dalam peperangan. Selain itu, mereka berpikir bahwa Tuhan telah menolak mereka karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan (ay. 20). Tentu saja, ini wajar. Namun, ini bukan cara berpikir yang benar.  Jika doa kita belum terjawab, tidak berarti bahwa Tuhan menolak kita dan tidak mengasihi kita.

Apapun yang kita alami dan sebesar apapun dosa kita, kita harus tetap berdoa, memohon pertolongan Tuhan. Kita mempunyai landasan iman yang melampaui apa yang kita lihat dan apa yang dapat kita lakukan. Seperti terungkap di ayat 21, landasan iman kita ada pada diri Allah sendiri, yaitu nama-Nya (kuasa-Nya), kemuliaan-Nya (kedaulatan kehendak-Nya), dan perjanjian-Nya (kasih setia-Nya).

Mereka sadar bahwa Tuhan adalah Allah satu-satunya, sedangkan ilah-ilah yang lain tidak akan mampu menolong mereka. Hanya Tuhan yang mampu menyelamatkan mereka dari bencana yang mereka alami. Itulah sebabnya mereka berkata, “… hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, …” (ay. 22c). Kesadaran inilah yang sesungguhnya Tuhan harapkan akan muncul di dalam diri umat-Nya, sehingga umat Tuhan juga berlaku setia terhadap-Nya.

REFLEKSI
Di manakah Anda meletakkan landasan iman Anda? Pada berkat-berkat yang Anda terima? Atau, pada kesalehan Anda sendiri? Landasan iman yang sejati terletak pada diri Allah sendiri, yaitu kuasa-Nya, kedaulatan kehendak-Nya, dan kasih setia-Nya.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar mampu melihat betapa besar kuasa-Nya, dan betapa mulia kehendak-Mu, dan betapa kokoh kasih setia-Mu, agar dalam keadaan apapun, iman kami tidak terguncang.

TINDAKANKU
Aku akan lebih setia beribadah kepada Tuhan dan melayani-Nya. Dalam satu bulan ke depan, aku akan mengevaluasi kesungguhan hati dan kesetiaanku dalam menjalankan ibadah dan pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«