suplemenGKI.com

Mazmur 103:1-5

PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU!

PENGANTAR
Kami pernah memelihara seekor burung yang bersuara nyaring dan merdu. Sejak matahari terbit hingga senja, hampir di sepanjang hari, dia tidak berhenti berkicau. Entah apa yang membuatnya selalu gembira. Namun, pada suatu malam, seekor kelelawar menginginkan makanan di dalam sangkarnya dan menyerangnya. Serangan kelelawar itu membuat sayapnya terluka. Namun, yang lebih parah, serangan kelelawar itu juga melenyapkan sukacita di dalam hatinya. Sejak itu, dia tidak pernah bernyanyi lagi. Modal utama untuk bernyanyi bukanlah suara yang nyaring dan merdu, melainkan hati yang penuh sukacita.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-2.           Siapakah yang diajak pemazmur untuk memuji Tuhan? Menurut Anda, apa yang unik dari ajakan ini?
  • Ay. 3-5.           Apa wujud kebaikan Tuhan yang dialami oleh pemazmur? Sebutkan lima hal. Apakah Anda juga mengalami kebaikan Tuhan dalam kehidupan Anda? Apa wujudnya?

Ajakan untuk memuji Tuhan ditujukan oleh pemazmur kepada dirinya sendiri. Kedengarannya aneh, bukan? Ya, pemazmur memang sedang memotivasi dirinya sendiri untuk memuji Tuhan. Ini bisa terjadi ketika seseorang menyadari bahwa puji-pujian kepada Tuhan itu mulai pudar dari kehidupannya dan semakin jarang terdengar keluar dari mulutnya. Justru keadaan itulah yang membuat ajakan pemazmur menjadi unik. Ajakan itu secara khusus ditujukan kepada “jiwa” atau “batin”-nya (ay. 1). Istilah “segenap batinku” di sini secara hurufiah berarti “semua yang ada di dalam diriku” (ESV: all that is within me), termasuk pikiran di mana dia menyimpan semua kenangan mengenai kebaikan Tuhan (ay. 2). Pemazmur berupaya mengingat kembali semua kebaikan Tuhan kepadanya.

Di ayat 3-5, pemazmur menyebutkan enam kebaikan Tuhan kepadanya, yaitu mengampuni, menyembuhkan, menebus, memahkotai, memuaskan dan membarui. Tuhan meluputkan pemazmur dari tiga masalah besar yang paling menakutkan karena tidak bisa diatasi dengan kekuatannya sendiri: dosa (ay. 3a, kesalahan), penderitaan (ay. 3b, penyakit), dan kematian (ay. 4a, lobang kubur). Tuhan bahkan memberkati pemazmur dengan kasih setia dan rahmat (ay. 4b), kebaikan (ay. 5a), dan kekuatan (ay. 5b), dan menjadikan kehidupan pemazmur terhormat, bahagia, dan penuh semangat. Tuhan menyingkirkan semua hal yang telah menyebabkan hilangnya sukacita di dalam hati pemazmur, dan menggantinya dengan berbagai hal yang akan mengembalikan sukacita itu di dalam hatinya.

REFLEKSI
Modal utama untuk memuji Tuhan bukanlah suara yang nyaring dan merdu, melainkan hati yang penuh sukacita. Apakah sukacita itu masih ada di dalam hati Anda?

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk menyingkirkan semua hal yang telah merampas sukacita dari dalam hatiku, dan berikanlah kepadaku kehidupan yang mulia, bahagia, dan penuh semangat.

TINDAKANKU
Aku akan menyatakan syukurku atas kebaikan Tuhan kepada melalui salah satu atau beberapa cara berikut ini: bernyanyi, bersaksi, dan/ atau memberikan persembahan syukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*