suplemenGKI.com

Ucapan Mulut dan Renungan Hati Yang Berkenan Kepada Tuhan

Mazmur 19:8-14

Pengantar

Dari kata-kata yang keluar melalui mulut bibir seseorang, kita akan segera dapat membedakan orang yang bijak dari orang yang bebal. Bukankah “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan” (Amsal 15:2)? Darimana orang dapat mengeluarkan kata-kata bijak? “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan” (Amsal 16:23). Bagaimana mungkin hati orang bijak bisa menjadikan mulutnya berakal budi? Itu terjadi ketika “… isi hukum Taurat ada tertulis dalam hati mereka.” (Roma 2:15a).

Pemahaman

Ayat 8-12     :Bagaimana Pemazmur menggambarkan tentang Taurat Tuhan dan takut akan Dia?

Ayat 13-14   :Menurut Sdr siapa yang dapat mengetahui kesesatan? Mengapa Pemazmurmenyampaikan permohonan yang demikian dalam doanya?

Ayat 15         :Menurut Sdr apa yang diharapkan oleh Pemazmur dengan menyampaikan doapermohonan agar ucapan mulutnya dan renungan hatinya berkenan kepada Tuhan?

Tak seorangpun dapat memahami sendiri kesalahan yang dibuatnya kecuali Roh Kudus membimbing dan menyadarkannya, terutama melalui perenungan Firman Tuhan.

Refleksi

Apakah selama ini kata-kata yang keluar dari mulutku berkenan kepada Tuhan atau justru mengecewakanNya?

Tekad

Aku bertekad untuk senantiasa memohon kepadaNya agar renungan hatiku dan ucapan mulut bibirku berkenan kepada Tuhan.

Tindakan

Mulai hari ini aku berhenti mengumbar kata-kata yang sia-sia dan sebaliknya memilih untuk menggunakan lidahku menyampaikan kata-kata yang membangun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*