suplemenGKI.com
Kebesaran Tuhan

Kebesaran Tuhan

Mazmur 90:1-6,

Kebesaran Tuhan

                     Mazmur pasal 90 ini ditulis oleh Nabi Musa. Musa sebagai abdi Tuhan yang dipakai Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari tangan bangsa Mesir. Selama + 40 tahun Musa memimpin bangsa Israel melewati padang gurun bersama dengan Tuhan. Melalui Mazmur 90 ini Musa berbagi dengan kita semua tentang Tuhan dan manusia.

  1. Bagaimanakah Musa menggambarkan tentang Tuhan?
  2. Bagaimanakah Musa menggambarkan tentang manusia?
  3. Bagaimanakah Musa menggambarkan tentang hari/waktu?
  4. Apa yang kita dapat dari bacaan hari ini?

 Renungan:
                Musa mengambarkan Tuhan sebagai tempat perlindungan turun temurun, arti Tuhan sebagai tempat perteduhan yang tidak pernah ada batasan waktunya, sehingga dari generasi ke generasi dapat terus bersandar kepadaNya. Keberadaan Tuhan itu sudah ada sebelum dunia dijadikan, dari dulu sampai selama-lamanya.
                Musa menggambarkan kekuasaan Tuhan itu sungguh luar biasa, Tuhan yang telah menciptakan manusia, Tuhan pulalah yang mengembalikan manusia pada debu  tanah.
                Kekuasaan Tuhan juga tidak bisa dibatasi dengan waktu yang ada, bahkan seribu tahun yang menurut manusia itu lama sekali, namun dihadapan Tuhan hanya seperti hari kemarin saja atau seperti orang giliran jaga malam.
                Kekuasaan Tuhan terhadap manusia juga mutlak, manusia yang menganggap kekuasaan dan kejayaan sebagai kebanggaan hidupnya yang permanen, dihadapan Tuhan dapat dihanyutkan seperti mimpi atau berlalunya cepat sekali.
                Musa menggambarkan kebesaran Tuhan yang mutlak, dan menggambarkan manusia yang sangat sederhana sekali terbuat dari debu. Keberadaan Tuhan yang sangat panjang dan tidak terbatas, sedangkan keberadaan manusia yang sangat terbatas dan pendek sekali. Kejayaan Tuhan itu dapat dirasakan turun temurun, namun kejayaan manusia hanya sebentar saja.
                Bagaimana dengan kita, sewaktu memaknai kebesaran Tuhan? Apakah Tuhan menjadi tempat perteduhan kita turun temurun? Seringkali manusia tergoda untuk menyandarkan hidupnya pada apa yang ia miliki, baik itu orang, kekuasaan atau materinya.
                Ketika manusia memiliki kekuasaan, maka manusia berusaha untuk melestarikan kekuasaannya, bahkan dengan kekuasaannya manusia berusaha menguasai sesamanya. Pemazmur mengingatkan untuk manusia tidak mengandalkan kekuasaannya dan menyalahgunakan kekuasaannya karena apa yang dimilikinya itu sifatnya hanya sementara.
                Musa ingin mengajak kita selalu mengingat akan kebesaran Tuhan dan mengingat bahwa manusia itu dari debu dan kembali ke debu. Sehingga ketika manusia memiliki apa yang di dunia ini jangan sampai membuatnya lupa akan Penciptanya, dan mengunakan apa yang dimilikinya untuk menolong sesama manusia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«