suplemenGKI.com

Rabu, 9 Mei 2018

08/05/2018

Mazmur 1:1-3

“Jalan Hidup 1: Jalan Hidup Orang Benar”

 

Pengantar
Banyak orang percaya yang mengharapkan hidup yang baik untuk dijalani. Tetapi tidak mau mendekat kepada Sumber Kehidupan. Lebih memilih menjalani hidup yang nikmat secara dunia, tapi ingin memperoleh berkat surgawi. Jalan hidup yang dijalani seorang yang benar akan membawanya pada berkat yang dijanjikan Allah baginya. 

Pemahaman

Ayat 1-2          : Dalam hidupnya, apa yang dihindari oleh seorang yang benar? Dan apa yang justru didekati olehnya?

Ayat 3             : Seperti apa pemazmur menggambarkan hidup orang yang benar?

Pemazmur menuliskan bahwa orang benar adalah orang yang tidak akan “berjalan menurut nasihat orang fasik, berdiri di jalan orang berdosa, dan bahkan duduk dalam kumpulan pencemooh.” Hal-hal ini dijauhi oleh seorang yang benar hidupnya. Orang benar tidak akan memkompromikan sedikit pun hidupnya dengan dosa. Orang benar senang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. Tidak mengisi hati dan pikiran dari sumber yang tidak baik, namun mengisi hati dan pikirannya dengan firman Tuhan. Tuhan ingin agar ketika umat-Nya membaca Alkitab, itu bukan karena paksaan atau formalitas. Namun sungguh-sungguh timbul dari hati yang benar-benar suka akan firman-Nya itu. Sehingga, tanpa paksaan pun sudah dapat dipastikan bahwa kita akan merenungkan firman-Nya. Kesukaan akan firman dan membenci dosa adalah ciri orang benar.

Orang benar digambarkan seperti pohon di tepi aliran air. Menunjukkan bahwa pohon ini tidak akan kekurangan sumber makanan untuknya bertahan hidup. Orang yang hidup dekat dengan Allah pasti hidupnya berbuah, dan dapat memberkati orang lain. Pemazmur menutup dengan suatu janji, bahwa apa saja yang diperbuat oleh orang yang dekat dengan Tuhan, ia akan berhasil. Sebab hidupnya berdasarkan pada firman Tuhan. Ia hidup dekat dengan Tuhan, melalui firman-Nya. 

Refleksi
Renungkanlah: Apakah selama ini saya sudah sungguh menjalani hidup sebagai orang benar yang suka akan Taurat Tuhan? Atau saya hanya menginginkan berkat yang ada pada jalan orang benar, namun tidak mau melakukan cara hidup orang benar. 

Tekadku
Tuhan, berikan aku hati yang sungguh rindu untuk mengenal Engkau. Sehingga ketika aku beribadah, berdoa, dan merenungkan firman-Mu, itu bukanlah sebuah formalitas. Namun menjadi kesukaan bagiku. 

Tindakanku
Aku berusaha agar firman Tuhan menjadi kesukaan bagiku. Sebab aku tahu aku perlu firman Tuhan sebagai pedoman hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»