suplemenGKI.com

Rabu, 9 Juni 2021

08/06/2021

Keadilan Allah yang berdaulat

Mazmur 92:9-16

Pengantar

Kekecewaan dan kemarahan manusia pada waktu mengalami ketidak-adilan seringkali ditujukan kepada Allah. Pada saat seperti itu sesungguhnya manusia sedang memposisikan Allah sebagai hakim, dan meminta Allah untuk bertindak adil. Hari ini kita akan merenungkan tentang keadilan Allah itu.

Pemahaman

-   Bagaimana Pemazmur menggambarkan tindakan Allah yang menyatakan keadilan-Nya?

-   Apakah yang dialami Pemazmur pada waktu Allah menyatakan keadilan-Nya itu?

Di dalam mazmur 92:10 Pemazmur berbicara tentang bagaimana Allah menegakkan keadilan-Nya dengan membinasakan orang-orang yang menjadi musuh Allah, yaitu mereka yang melakukan kejahatan. Akan tetapi kalau kita memperhatikan ayat 11 dan 12, di situ Pemazmur berbicara tentang orang-orang yang menjadi seteru Pemazmur, yaitu orang-orang jahat yang bangkit melawan Pemazmur. Jadi nampaknya di sini orang-orang jahat yang menjadi musuh Allah adalah sama dengan orang-orang jahat yang menjadi seteru Pemazmur. Dengan demikian tindakan Allah dalam menegakkan keadilan-Nya pada dasarnya bukanlah untuk membela kepentingan seseorang, melainkan lebih karena orang-orang yang berbuat jahat itu telah menjadi seteru Allah.

Selain itu, keadilan Allah juga muncul dalam bentuk pemeliharaan terhadap orang-orang yang telah hidup berkenan di hadapan Allah. Pemazmur berbicara tentang bagaimana Allah telah meninggikan dirinya sehingga lebih superior dibanding orang-orang jahat yang telah memusuhinya. Dan secara umum Pemazmur menggambarkan pemeliharaan Allah atas orang-orang yang hidup benar di hadapan-Nya itu akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka akan bertunas di pelataran Allah. Pemeliharaan Allah itu terus akan berlanjut sampai pada masa tua pun orang-orang benar itu masih berbuah, menjadi gemuk dan segar. Tujuan dari pemeliharaan Allah itu adalah agar melalui kehidupannya tersebut orang benar itu memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Refleksi :

Dari apa yang telah dipaparkan Pemazmur ini, kita perlu belajar untuk tetap percaya bahwa Allah akan bertindak di dalam kemaha-adilan-Nya, untuk menghukum mereka yang telah berbuat jahat sekaligus juga memelihara mereka yang telah hidup benar di hadapan-Nya.

Tekadku:

Doa:  Bapa surgawi tolong kami untuk terus percaya bahwa Engkau adalah hakim yang adil. Amin.

Tindakanku:

Saya akan menaikkan doa syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«