suplemenGKI.com

NIKMAT SESAAT

Maleakhi 2:10-3:1

 

Pengantar
Siapa yang tidak ingin menikmati kenikmatan? Bahkan banyak orang mengejar kenikmatan sesaat tanpa berpikir panjang konsekuensinya. Misalnya walaupun makanan tertentu berbahaya bagi kesehatannya tapi karena tergiur kenikmatannya maka orang menikmati saja tanpa berpikir panjang.  Kenikmatan sesaat di mulut namun setelah itu sakit datang. Demikian pula dengan dosa. Seringkali dosa menggoda dalam rupa kenikmatan walaupun hanya sesaat. Celakanya tak sedikit orang mudah terpikat bujuk rayu kenikmatan sesaat tanpa berpikir panjang dampak hukuman yang akan ia terima.  Itulah yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman

  • Ayat 10-17 : Dosa apakah yang telah dilakukan umat TUHAN?
  • Pasal 3:1    : Siapakah yang dimaksud sebagai utusan TUHAN dan tugas apa yang harus dilakukannya?

Kitab Maleakhi adalah kitab yang mengkritisi hal ibadah dan  perbuatan umat yang tidak setia. Umat TUHAN pada waktu itu mengalami kemerosotan rohani dan moral  yang menghinakan dan menyusahkan TUHAN.

Dalam bacaan hari ini, kita melihat kemerosotan rohani dan moral dalam wujud tindakan dosa yang dilakukan umat TUHAN. Israel menduakan TUHAN dalam kehidupannya. Yehuda dikecam sebab mengkhianati TUHAN. Mereka menajiskan tempat kudus TUHAN dengan cara berselingkuh dengan dewa dewi asing (ayat 11). Dengan memberikan tempat bagi allah-allah lain dalam hidup dan ibadah umat, posisi sentral TUHAN menjadi digeser. Kekudusan TUHAN dan keunikan Israel sebagai umat pilihan  terkontaminasi dengan nilai-nilai “asing.”

Israel tidak lagi memberikan kepercayaan yang utuh kepada TUHAN karena hadirnya ilah dalam kehidupan mereka. Bentuk kemerosotan rohani ini terlihat dalam lembaga perkawinan. Ketika pria Israel tertarik kepada wanita non Israel, mereka menceraikan istri seimannya untuk menikahi wanita asing itu (ayat 14) .  Persekutuan sejati dalam keluarga umat TUHAN menjadi hancur.  Umat yang mengalami kemerosotan rohani cenderung mengejar kenikmatan sesaat sehingga berbuat jahat. Dosa menghasilkan nikmat sesaat tapi berujung pada hukuman dan kebinasaan. Tuhan akan datang untuk menghukum mereka.

Dalam pasal 3:1, seruan pertobatan dikumandangkan oleh Utusan TUHAN. Umat diajak mempersiapkan jalan bagi kedatangan TUHAN dengan  tidak mengejar kenikmatan sesaat melainkan hidup bertobat.  Seruan ini juga merupakan nubuat akan  apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan dan mengajak umat mempersiapkan jalan bagi kedatangan KRISTUS,  Sang Juruselamat.

Refleksi
Dalam keheningan,  marilah mengingat: apakah Saudara pernah mengejar “nikmat sesaat”? Di masa adven, saat kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan KRISTUS kembali, apakah Saudara siap untuk bertobat? Apakah Saudara lebih mau mendengar suara Roh Kudus yang membimbing ke jalan yang benar ataukah keinginan-keinginan duniawi yang  menjanjikan kenikmatan sesaat ?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku bertobat dengan mengendalikan keinginan duniawi yang menawarkan kenikmatan sesaat.

Tindakanku

  • Di masa adven ini, aku akan lebih serius menyembah TUHAN dengan sepenuh hati agar mampu mengendalikan keinginan-keinginan duniawi.
  • Aku akan menghidupi perjalanan iman di masa adven dengan hidup bertobat.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«