suplemenGKI.com

Rabu, 8 Oktober 2014

07/10/2014

Mazmur 106:4-6

 

Kasih Setia Allah Yang Sejati (2)

 

Pengantar
Melanjutkan perenungan kita tentang kasih setia Allah yang begitu luar biasa kemarin, maka hari ini kita akan bersama-sama merenungkan kasih setia Allah dari sisi yang berbeda.

Pemahaman

- ay. 4               : Pengajaran apakah yang dapat kita peroleh dari ungkapan Pemazmur
tentang kemurahan Allah di sini?

- ay. 6               : Bagaimanakah pemahaman Saudara tentang dosa? Apa yang Saudara
pahami tentang konsep dosa Pemazmur?

Berbeda dengan yang sebelumnya, di mana Pemazmur menghubungkan diri dengan nenek moyang dalam hal menikmati kasih karunia Allah, kini Pemazmur menghubungkan diri dengan nenek moyang dalam hal dosa. Pemazmur menempatkan dirinya dalam dosa-dosa yang telah diperbuat oleh nenek moyangnya. “Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik.” Dalam menyampaikan keberdosaannya, Pemazmur memakai 3 (tiga) istilah yang berbeda, yaitu dosa, salah dan fasik. Ketiga istilah tersebut memiliki penekanan masing-masing. Istilah dosa dalam bahasa aslinya mengacu pada meleset dari sasaran. Itu berarti Pemazmur dan nenek moyangnya gagal dalam mencapai sasaran yang ditetapkan Allah. Sedangkan istilah salah, mengandung pengertian melawan, menentang. Hal ini berarti Pemazmur bukannya gagal dalam memenuhi target atau standar yang ditetapkan Allah sebagaimana dalam pengertian istilah pertama, tetapi Pemazmur melawan sasaran yang ditetapkan Allah itu. Kalau dalam istilah pertama masih ada kemauan untuk memenuhi standar Allah – meski pada akhirnya tidak mampu untuk memenuhinya, tapi dalam istilah kedua ini kemauan itu tidak ada karena Pemazmur menolak standar yang ditetapkan Allah itu. Dan istilah terakhir, yaitu fasik berarti ingkar terhadap atau memungkiri perintah Tuhan. Bila istilah “salah” berarti melawan sasaran atau standar yang ditetapkan Allah, maka istilah “fasik” berarti semula menerima sasaran tersebut namun kemudian mengingkarinya.

Namun demikian, sekalipun dosanya sedemikian parah, Pemazmur masih tetap datang kepada Allah untuk mohon pengampunan. Sebab Pemazmur mengenal siapa Allahnya. Kasih setia Allah pada hakekatnya tidak bersyarat. Karena itu maka kasih karunia Tuhantidak bergantung pada sikap bangsa Israel yang seringkali melupakan Tuhan dan beralih kepada allah lain. Atas dasar pengenalan inilah maka Pemazmur bertelut mohon pengampunan Allah atas dirinya dan bangsanya sendiri.

Refleksi
Betapa seringnya kita merasa kotor karena dosa-dosa yang telah diungkapkan Pemazmur. Lalu kita berupaya membersihkan diri sendiri. Akan tetapi hari ini Pemazmur memberikan teladan dengan datang kepada Allah. Sebab hanya Allah sajalah yang sanggup untuk menghapus dosa itu. Marilah kita sungguh-sungguh mencari pengampunan-Nya.

Tekad
Doa: Ya Allah, tolonglah saya agar berani melangkah serta berani pula mengambil sikap yang benar. Amin.

Tindakan
Hari ini saya akan membereskan 3 (tiga) dosa dengan datang memohon pengampunan-Nya.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«