suplemenGKI.com

MENGANDALKAN  TUHAN

Mazmur 70

 

PENGANTAR
Setiap orang pasti pernah menghadapi beragam kesulitan dalam hidupnya, tidak terkecuali orang Kristen.  Respons yang umum, siapapun orang itu akan segera mencari pertolongan atau dukungan untuk mengatasi persoalannya.  Kepada siapa dan mengapa pertolongan itu diharapkan?  Bacaan hari ini meneladankan sikap pemazmur yang mengandalkan Tuhan.  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 2             : Apa yang pemazmur harapkan dari Allah bagi dirinya?
  • Ayat 5-6          : Apa yang pemazmur yakini tentang pertolongan Allah?
  • Pernahkah anda mengalami keadaan sulit? Apa yang anda lakukan untuk mengatasi?

Daud sering membuat nyanyian Mazmur dengan berbagai latar belakang keadaan yang sedang di hadapinya.  Melalui Mazmur, Daud menceritakan pergumulan, pengalaman, keadaan alam dan terlebih lagi tentang Tuhan dalam hidupnya.  Meski  tidak semua pasal dalam kitab Mazmur karangan Daud, tetapi sebagian besar adalah hasil karyanya.  Yang menarik, kehidupan Daud yang sedemikian dekat dengan Tuhan, sama sekali tidak meniadakan pergumulan dalam hidupnya.  Bahkan sampai lembah maut sekalipun.  Salah satu sikap Daud yang menonjol seperti, “Ya Allah bersegeralah melepaskan aku” (ay.1).  Dalam Mazmur ini, Daud diincar para seterunya.  Daud berdoa kepada Allah agar para seterunya yang mencemoohnya menjadi malu, sebab ia yakin Tuhan membelanya (ay.2-4).  Daud berkeyakinan kuat bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan memperoleh kegirangan.  “Sengsara dan miskin” (ay.6), keadaan itu menggambarkan bagaimana Daud tidak punya daya apa-apa untuk menang atas perkara yang dihadapinya.  Namun Daud menyadari bahwa hanya Tuhan yang bisa mengangkatnya keluar dari masalah hidup.  Daud berserah total kepada Allah yang ia yakini, “Allah itu besar!”  Itu sebabnya, tanpa ragu dan penuh keyakinan, Daud berseru, “ya Allah – segeralah datang!  Engkaulah  yang menolong aku dan meluputkan aku” (ay.6).

Tidak ada kehidupan tanpa persoalan.  Demikian juga dengan tantangan dan pergumulan hari ini.  Yang membedakan secara tajam adalah bagaimana kita menghadapinya?  Apakah kita menyerah kalah, kompromi dan tidak peduli integritas diri atau terus melangkah sembari menata diri?  Pengalaman Daud menjadi teladan iman bagi setiap kita yang bersedia melanjutkan kehidupan, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi sepenuhnya mengandalkan Tuhan di setiap musim kehidupan.  Yang Tuhan inginkan adalah kita tidak menyerah, tidak kompromi tetapi hidup berintegritas dan terus melangkah sembari menata diri lebih baik.

REFLEKSI
Mari merenungkan: beriman berarti berani mengandalkan Tuhan di setiap musim kehidupan.  Artinya, mau melakukan bagian yang harus kita kerjakan dengan baik dan membiarkan Tuhan melakukan bagian-Nya dengan leluasa.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku untuk memiliki tekad meyakini kekuatan dan pertolongan-Mu di setiap musim kehidupan.

TINDAKANKU
Aku mau melakukan bagian yang harus aku kerjakan dengan baik, pantang menyerah dan berintegritas serta membiarkan Tuhan melakukan bagian-Nya dengan leluasa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*